Portal Anda Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Diri

 


13 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Berinvestasi

berinvestasi

Uang tidak tumbuh di pohon tapi bisa tumbuh begitu anda mulai menabung dan berinvestasi dengan bijak. Dalam panduan ini, kita akan membicarakan cara mudah menginvestasikan uang sehingga anda bisa mencapai aspirasi finansial Anda. (Catatan: ini adalah panduan bagi pemula untuk berinvestasi)

1. Ingatlah tiga kunci kesuksesan finansial

Tiga rencana terpenting kesuksesan finansial adalah

  • Perencanaan yang tepat
  • Membayar hutang tepat waktu
  • Berinvestasi segera setelah anda melunasi hutang

2. Pertimbangkan tujuan anda menabung

Tabungan adalah prasyarat untuk berinvestasi. Kebanyakan orang menabung untuk membeli rumah, mobil, pernikahan, pendidikan anak-anak, perawatan kesehatan, simpanan hari tua dan keadaan darurat lainnya. Jadi buatlah daftar hal-hal tujuan menabung anda – ini bisa membantu anda dalam memulai proses perencanaan investasi anda. Beri diri anda batas waktu sampai kapan anda akan menabung untuk memenuhi tujuan-tujuan anda tersebut.

3. Kaji situasi anda saat ini

Lihatlah situasi keuangan anda saat ini. Hitung total nilai semua aset anda. Kemudian daftar kewajiban anda (hipotek, kartu kredit, pinjaman bank dll). Sekarang kurangi kewajiban anda dari aset. Jika angka ini negatif, anda memiliki kekayaan bersih negatif; tapi jangan berkecil hati dengan hal ini. Jika mengikuti rencana investasi yang bijak, anda bisa segera memperbaiki situasi.

4. Berpartisipasi dalam rencana pensiun yang diinisiasi oleh perusahaan anda

Rencana ini memberi anda tunjangan pajak dan juga secara otomatis mengurangi uang setiap bulan dari gaji anda untuk membantu menabung untuk masa pensiun anda.

5. Terapkan pepatah “Sedikit-sedikit menjadi Bukit”

Bahkan jika anda menghemat Rp. 10.000,- setiap hari, anda akan menghemat Rp. 3.650.000 per tahun. Apakah anda memiliki kebiasaan yang mungkin menghabiskan banyak uang? Mungkin anda membeli kopi setiap hari yang harganya sepuluh ribu. Hanya dengan membuat sendiri secangkir kopi dapat membantu anda menghemat Rp. 3.650.000 per tahun! Jadi, mulailah menganalisa pengeluaran anda dan lama kelamaan uang receh anda akan bertambah.

6. Pelajari investasi terbaik

Saham, properti dan usaha kecil adalah beberapa cara terbaik untuk menghasilkan uang anda dan juga cara termudah untuk berinvestasi. Anda berbagi kesuksesan dan profitabilitas dari aset-aset ini. Bicaralah dengan konsultan investasi yang bisa membimbing anda lebih jauh.

7. Sebarkan investasi Anda

Investasi datang bersamaan dengan risiko, jadi alih-alih memasukkan semua telur anda ke dalam satu keranjang, sebarkan dana anda di berbagai portofolio. Investasi yang paling berisiko sering mendapat imbalan potensial tertinggi namun anda harus berhati-hati saat menggunakannya. Portofolio terdiversifikasi akan menyelamatkan uang anda jika terjadi keruntuhan pasar sehingga anda tidak akan kehilangan semua uang anda.

8. Anda memiliki banyak waktu di tangan anda? Ambil sedikit resiko!

Jika anda berusia 35 tahun dan berinvestasi untuk masa pensiun anda, anda punya waktu di tangan untuk berinvestasi dalam skema berisiko. Namun, jika anda menabung untuk pendidikan perguruan anak-anak anda, katakanlah, 2 tahun lagi, anda mungkin ingin berinvestasi dalam skema yang lebih aman yang dapat dijual sebelumnya untuk mendapatkan keuntungan.

9. Bersikaplah realistis dan sabar

Inilah mantra kunci investasi uang. Anda harus realistis dan sabar. Pastikan untuk menghindari kesalahan seperti berinvestasi pada sesuatu dalam waktu lama namun memberikan tingkat pengembalian yang rendah. Secara umum investasi yang baik akan memiliki beberapa fitur berikut:

  • Perusahaan berkinerja lebih baik dari pesaingnya
  • Investor lain nampaknya menyukai perusahaan. Mereka rela membeli dari anda saat ingin menjual.
  • Perusahaan menghasilkan uang yang cukup sehingga dapat memberi bunga kepada pemegang obligasi dan dividen kepada pemegang saham.

10. Memahami perbedaan antara saham dan obligasi

  • Saham – Jika perusahaan yang anda investasikan menghasilkan keuntungan, anda akan mendapatkan dividen. Anda akan menghasilkan lebih banyak uang di saham daripada obligasi. Risikonya di sini adalah, jika perusahaan itu mengalami performa buruk, anda kehilangan uang anda.
  • Obligasi – Perusahaan mengembalikan uang anda ditambah bunga. Risikonya di sini adalah jika perusahaan bangkrut, anda kehilangan uang anda. Namun jika ada uang yang tersisa, anda akan dibayar sebelum pemegang saham.

11. Pertimbangkan investasi di reksadana

Seringkali, investor tidak memiliki waktu untuk menyelidiki perusahaan sebelum berinvestasi di dalamnya. Di sinilah reksa dana bisa membantu. Reksadana adalah kumpulan uang yang dikelola oleh manajer investasi. (Baca juga artikel Kiat Melakukan Investasi di Reksadana)

12. Jangan keluar saat keadaan terlihat buruk

Waktu yang paling sulit adalah berpegang pada investasi anda saat pasar sedang turun. Jika anda memutuskan untuk berinvestasi jangka panjang, maka anda tidak perlu panik ketika terjadi penjualan besar-besaran; sebaliknya ini saat yang tepat untuk anda membeli saat pasar sedang berada di bawah.

13. Rekrut penasihat investasi dengan hati-hati

Inilah cara termudah untuk menginvestasikan uang. Evaluasi kompetensi orang yang anda pilih untuk bekerja dengannya.

Akhirnya, jaga kesehatan anda. Jangan stress pada investasi anda. Bagaimanapun, portofolio terbaik yang anda bangun akan memberi prioritas pada kesehatan dan orang yang anda cintai. Ini adalah saran paling penting jika ada ingin menginvestasikan uang.

 

Loading...