
Foto oleh christopherdale
Saya yakin anda sudah sering membaca artikel tentang hal-hal yang seharusnya anda lakukan untuk memiliki kehidupan yang positif, seperti: berolahraga teratur, makan makanan yang sehat, membaca buku, meditasi, dan masih banyak lagi. Namun, bagaimana dengan hal-hal yang seharusnya anda tidak lakukan? Dibawah ini anda akan menemukan 5 hal yang saya sarankan anda jangan lakukan :
1. Jangan Melakukan Pinjaman yang Buruk
Sebelum saya menjelaskan apa itu pinjaman yang buruk, saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pinjaman yang baik.
Pinjaman yang baik adalah ketika anda mempergunakannya untuk berinvestasi yang akan menambah nilai, seperti pinjaman untuk pendidikan atau pinjaman untuk bisnis. Pinjaman untuk pendidikan baik karena pendidikan akan meningkatkan kemampuan anda. Pinjaman untuk bisnis baik karena jika pinjaman tersebut dikelola dengan benar, bisnis anda akan menghasilkan omzet dan profit yang baik juga untuk anda.
Robert Kiyosaki, pengarang buku laris ”Rich Dad/Poor Dad”, menambahkan bahwa melakukan pinjaman untuk membeli properti adalah merupakan keputusan yang tepat karena properti mempunyai kecendrungan untuk naik harganya.
Pinjaman yang buruk adalah ketika anda mempergunakannya untuk konsumsi, seperti membeli mobil, pakaian, berlibur, dsb., dimana semua hal ini tidak akan menambah nilai dan malahan suatu saat nanti hal-hal tersebut akan menjadi tidak ada harganya. Jika anda tidak memiliki cukup uang, kecuali sudah sangat mendesak, jangan mempergunakan uang pinjaman. Bunga pinjaman yang tinggi jika tidak terbayar akan terakumulasi dengan sangat cepat. Eistein pernah berkata, ”Kekuatan yang paling besar di alam semesta adalah bunga yang berlipat ganda.” Jika anda mengkonsumsi pinjaman, maka kekuatan tersebut akan mulai menyerang anda.
2. Jangan Menaruh Semua Telur Anda Dalam Satu Keranjang
Salah satu hal terpenting yang dipelajari dalam pelajaran-pelajaran perencanaan keuangan manapun adalah tentang penyebaran resiko. Maksudnya, anda harus mendistribusikan/memecah investasi anda ke beberapa sumber untuk mengurangi tingkat resiko kerugian. Sebetulnya pelajaran ini bukan hanya berlaku untuk perencanaan keuangan saja, namun juga hidup secara keseluruhan.
Coba anda pikirkan bahwa hidup anda ditopang oleh beberapa pilar. Ini bisa berupa karir, keuangan, kesehatan, hubungan dengan pasangan, hobi, ikatan keluarga, komunitas sosial, dll. Jika ada dari pilar ini mengalami gangguan, anggap saja anda kehilangan pekerjaan atau anda ribut besar dengan pasangan, anda masih memiliki pilar lain yang masih menopang anda dalam hidup. Dengan kata lain, apa yang akan terjadi jika anda hanya menggantungkan hidup pada 1 pilar dan pilar tersebut bermasalah?
3. Jangan Menyia-nyiakan Kekuatan Anda
Anda menyia-nyiakan kekuatan yang anda miliki ketika anda membiarkan orang lain meremehkan anda, ketika anda membiarkan orang lain membuat keputusan untuk anda atau ketika anda menyalahkan orang-orang dan lingkungan sekitar anda.
Bayangkan jika anda setiap hari mendapatkan sejumlah koin untuk diinvestasikan. Koin-koin ini mewakili waktu anda, energi anda, perhatian anda dan fokus anda.
Jika anda membiarkan orang lain menghalangi anda dari usaha mengejar tujuan-tujuan anda karena mereka menganggap anda tidak cukup kuat, atau tidak cukup pintar, atau tidak cukup berpengetahuan, maka anda baru saja memberikan beberapa koin anda pada orang tersebut.
Jika anda menyalahkan atasan anda karena anda belum saja mendapat promosi sehingga anda tidak mempunyai cukup uang untuk membeli mobil baru, maka anda baru saja memberikan beberapa koin anda pada atasan anda.
Akan menjadi sebuah keputusan yang bijak jika dalam usaha mengejar tujuan-tujuan anda tersebut, anda menginvestasikan koin-koin anda dengan cara tidak mempedulikan kata-kata orang yang meremehkan anda, justru menjadi pembakar semangat anda untuk membuktikan pada mereka bahwa kata-katanya adalah salah.
Akan menjadi sebuah keputusan yang bijak juga jika dalam usaha anda membeli mobil baru, anda mencari sumber penghasilan lain. Sehingga anda akan mendapat mobil baru dengan tidak peduli anda diberi promosi atau tidak.
4. Jangan Terlalu Serius Dengan Hidup Anda
Meskipun dalam artikel-artikel saya sebelumnya, saya seringkali memberi semangat pada anda dalam mencapai tujuan-tujuan anda, penting sekali diingat bahwa ada kehidupan lain disamping tujuan besar anda. Anda harus menjalani kehidupan dengan seimbang, bukan hanya sekedar terpaku memikirkan mimpi-mimpi anda. Jangan bekerja terlalu keras untuk mengejar promosi, sehingga anda melupakan waktu untuk berlibur, bermain dengan anak-anak anda di akhir pekan, dan melakukan hobi-hobi anda. Jika anda berminat, anda bisa mendapatkan ebook ‘Bagaimana Menjaga Keseimbangan Dalam Hidup’ di menggapai-impian.com, yang merupakan bonus ebook jika anda membeli buku yang utama.
5. Jangan Menyerah Pada Mimpi-Mimpi Anda
Saya yakin anda sudah menangkap maksud judul diatas, sehingga saya tidak perlu menjelaskan terlalu banyak lagi. ![]()
Seperti kata Norman Vincent Peale : “If you want to get somewhere you have to know where you want to go and how to get there. Then never, never, never give up.”
Related posts:
- 7 Hal Yang Bisa Anda Lakukan Jika Koneksi Internet Bermasalah
- 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat TIDAK Efektif
- Apa Saja Hal-Hal Yang Tidak Dapat Dibeli Dengan Uang?
- Mengapa Anda Tidak Perlu Khawatir Dengan Kegagalan?
- 5 Tips Arnold Schwarzenegger untuk Memiliki Kehidupan yang Anda Inginkan

Email this post





on Jul 22nd, 2009 at 7:34 pm
mantap pak..lanjutkan!
on Jul 24th, 2009 at 10:07 pm
Yang jelas, semuanya harus kerja keras dan penuh optimis supaya semua mimpi bisa tercapai
on Jul 28th, 2009 at 8:56 am
Halo Mas Aditya, terima kasih atas supportnya.
Halo Mas Mutiara, terima kasih sudah mampir dan memberi komentar.
Salam sukses luar biasa.
on Jul 28th, 2009 at 3:31 pm
Saya masih kurang mengerti dari point no.2, bisa dijelaskan lebih terperinci tentang maksud dari pilar tersebut….
on Jul 28th, 2009 at 5:36 pm
Halo Mas Rudy,
Maksudnya begini : anggap saja anda punya uang untuk diinvestasikan sebesar 100 juta. Jangan investasikan seluruh uang anda 100 juta tersebut hanya pada satu tempat. Bagilah misalkan seperti ini :
1. 25 juta untuk membeli saham
2. 50 juta untuk membuka toko offline
3. 10 juta untuk membuka toko online
4. 15 juta didepositokan
Jadi jika anda misalkan kalah saham, anda masih memiliki 75 juta yang dialokasikan di 3 tempat tersebut.
Bayangkan jika anda mengalokasikan seluruh 100 juta tsb untuk membeli saham. Sekali anda kalah saham, habislah anda.
Itulah yang dimaksud dengan ‘Jangan Menaruh Semua Telur Anda Dalam 1 Keranjang’.
Semoga menjawab Mas Rudy dan terima kasih sudah mampir.
Salam sukses luar biasa.
on Jul 29th, 2009 at 8:19 pm
makasih mas atas penjelasannya… tapi saya belum punya uang sampe’ 100 jt.. he..he..he…
on Aug 2nd, 2009 at 4:59 pm
mas rudy: berarti harus anda perhatikan jangan nomor 5: jangan berhenti bermimpi… hahaha…
ini nasehat yang mahal harganya.. tidak sembarang orang bisa memberikan nasehat seperti ini..
on Aug 4th, 2009 at 2:48 pm
Haha..saya juga belum punya uang samapai 100 juta mas rudy, mas hengky, semuanya.. malah barusan melakukan pinjaman - pinjaman yang baik Insya Alloh - buat beli laptop yang - semoga - membuat saya lebih produktif lagi hehe.
Berarti juga sudah melaksanakan poin #1,