Portal Anda Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Diri

 


6 Mitos Tentang Kebahagiaan

kebahagiaan

Jika anda ingin memiliki kebahagiaan dalam hidup anda (dan siapa sebenarnya yang tidak ingin bahagia), anda harus terlebih dahulu mengubah sepenuhnya cara anda melihat beberapa hal. Oleh karenanya, mari kita melihat dan menganalisa 6 konsep inti kebahagiaan dan kebenaran di balik masing-masing.

Mitos # 1: Kebahagiaan, anda memilikinya atau tidak memilikinya

Gen memainkan peran penting dalam perasaan bahagia. Faktanya, peneliti menyimpulkan bahwa hereditas (keturunan) menyumbang 50% terhadap kebahagiaan seseorang.

Persentase ini adalah salah satu yang benar-benar menghancurkan mitos pertama. Sebenarnya karena 50% disebabkan oleh faktor keturunan, maka 50% sisanya adalah kebahagiaan yang bisa dicari dan diciptakan seseorang.

Upaya dan keinginan untuk bahagia mampu menciptakan kondisi kehidupan yang ceria. Hubungan interpersonal yang harmonis dan sehat, melakukan tindakan kebaikan, olahraga sehari-hari dan meditasi hanyalah beberapa hal yang dapat membawa anda pada penaklukan kebahagiaan, bahkan jika anda tidak “memilikinya” dari nenek moyang anda.

Mitos # 2: Kebahagiaan adalah tujuan

Ungkapan ini sebetulnya sedikitr dipaksakan. Dengan mendesak diri kita sendiri untuk mencari kebahagiaan dalam setiap tindakan yang kita lakukan, semua yang kita rasakan semakin membuat kita stres karena bayang-bayang kebahagiaan yang sebetulnya tidak dapat kita ciptakan.

Kondisi sosial akan kehidupan yang damai, pekerjaan yang baik, rumah yang bagus, dapat berkontribusi pada gambaran orang yang bahagia, tapi itu hanyalah potongan teka-teki dan bukan keseluruhan gambarnya.

Kebahagiaan bukanlah akhir yang emosional bagi perjuangan hidup seseorang. Ini adalah sebuah jalan yang bermanfaat dari waktu ke waktu, membangun dirinya secara harmonis dan fungsional selama kehidupan seseorang sehari-hari.

Mitos # 3: Puaslah dengan kebahagiaan anda

Yang benar adalah bahwa kebanyakan orang, cenderung mengadopsi perubahan positif dalam kehidupan mereka dan mengubahnya menjadi “kebahagiaan”. Adaptasi itu baik tapi sedikit terlalu banyak. Pada kenyataannya apa yang terjadi, justru sebaliknya.

Mobil atau rumah impian anda, misalnya, bisa memberi anda perasaan kepuasan sementara, tapi ini sama sekali tidak bisa dianggap sebagai kebahagiaan.

Mitos # 4: Kesengsaraan selalu mengalahkan kebahagiaan

Perasaan negatif, menurut para spesialis, memiliki efek yang kuat pada manusia. Perasaan ini bersifat sementara dan “memberi tahu” tubuh untuk menemukan masalahnya dan memperbaikinya. Sementara yang positif, menang seiring waktu, karena mereka membiarkan tubuh mengeksploitasi segala sesuatu yang telah dicoba diciptakan sebelumnya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika emosi positif meningkat, ada satu titik dimana emosi negatif tidak memiliki dampak signifikan pada kehidupan seseorang. Singkatnya, emosi positif jelas tidak dapat meramalkan atau mencegah yang negatif, agar tidak mempengaruhi anda, tapi pada jangka panjang, emosi positif dapat melindungi anda dari konsekuensi negatif.

Mitos # 5: Kebahagiaan berarti kesenangan

Ada lebih banyak hal yang terlibat dalam penaklukan kebahagiaan dengan rasa kepuasan dan kesenangan pribadi. Misalnya, menawarkan bantuan kepada orang lain menciptakan perasaan bahagia dan kenyataannya, seperti yang ditunjukkan oleh survei, bahkan dapat menenangkan rasa sakit fisik sebesar 13%.

Pada awal 1990-an, dicatat untuk pertama kalinya, bahwa peningkatan tingkat mood melalui bantuan yang ditawarkan seseorang kepada orang lain, dikaitkan dengan pelepasan endorfin serotonin (zat alami opiat tubuh) dan oksitosin, suatu “hormon kasih sayang”, yang selanjutnya memperkuat perilaku terhadap penawaran bantuan.

Mitos # 6: Hanya ada satu kebahagiaan

Jika anda salah satu dari mereka yang mencari obat ajaib kebahagiaan, anda kemungkinan besar akan benar-benar merasa kecewa. Tidak ada solusi atau resep untuk kebahagiaan dan dalam hal apapun, kebahagiaan tidak hanya memiliki satu representasi.

Sebaliknya hal itu tersusun oleh peristiwa-peristiwa, seperti potongan puzzle, yang perlahan terselesaikan seiring berjalannya waktu.

Olahraga, makan siang yang lezat, gaya hidup sehat, bergaul dengan teman dan jalan-jalan setiap hari dengan pasangan anda adalah saat-saat bahagia, yang menambahkan “sentuhan” dalam gambaran besarnya.

Baca juga artikel tentang kebahagiaan kami lainnya:
Kebahagiaan Adalah Sebuah Keputusan
Bagaimana Menemukan Kebahagiaan Hanya Dalam 5 Menit?
Kenyataan Tentang Uang dan Kebahagiaan

 

0 comments

There are no comments yet...

Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment

Loading...