Portal Anda Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Diri

 


Anda Temperamental? Inilah 10 Tips Mengendalikan Rasa Marah

rasa marah

Apakah rasa marah menyakiti anda?

Kemungkinannya adalah, ya … dan ada lebih dari satu cara mereka mempengaruhi anda.

Adalah hal yang penting untuk mengendalikan rasa marah … tidak hanya untuk kebahagiaan anda, tapi juga untuk jantung anda.

Masalah dengan Rasa Marah

Penelitian mengatakan bahwa individu dengan perilaku tipe A (misalnya, sering terburu-buru, selalu ingin bersaing, ketidaksabaran, dan agresivitas yang ekstrem) memiliki kemungkinan dua kali lipat terkena penyakit kardiovaskular dibanding individu non-tipe A.

Kerusakan sistem kardiovaskular dapat terjadi akibat ekspresi emosi negatif dan rasa marah. Rasa marah yang lebih besar dikaitkan dengan tingkat kolesterol LDL atau kolesterol “jahat” yang lebih tinggi, dan sebaliknya tingkat kolesterol HDL atau kolesterol “baik” yang lebih rendah.

Rasa marah juga menyebabkan tingkat protein C-reaktif yang lebih tinggi, penanda peradangan yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Selain itu rasa marah dan emosi negatif juga terbukti dapat meningkatkan hormon stress seperti kortisol, yang dapat menyebabkan disfungsi pada lapisan arteri, tekanan darah tinggi, dan pembekuan bekuan darah yang berlebihan.

Apa benang merah yang bisa diambil? Ekspresi permusuhan dan rasa marah menyebabkan kerugian bagi individu yang mengekspresikannya – dan juga bagi mereka yang menjadi korban.

Berikut adalah beberapa tip yang bisa anda gunakan untuk mengelola rasa marah anda..

Cara Mengendalikan Rasa Marah Anda

1. Jangan menyerah pada emosi anda.

Tingkatkan hubungan yang berarti. Luangkan waktu untuk memberi dan menerima cinta dalam hidup anda. Butuh waktu dan usaha untuk membina hubungan dekat dengan orang lain, namun hasilnya sangat berharga.

2. Belajarlah menjadi pendengar yang baik.

Biarkan orang-orang dalam hidup anda membagikan perasaan dan pikiran mereka tanpa gangguan. Berempatilah dengan mereka dan berusaha meletakkan diri anda di posisi mereka.

3. Jangan mencoba berbicara ngotot dengan orang lain.

Jika anda merasa terganggu karena interupsi, berusahalah untuk rileks; Jangan mencoba untuk mendebat lawan bicara anda. Jika anda sopan dan mengizinkan orang lain untuk berbicara, akhirnya mereka akan membalasnya.

Atau jika tidak, dengan tenang jelaskan kepada mereka bahwa mereka mengganggu proses komunikasi. Anda bisa melakukan ini hanya jika anda telah menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan dengan baik adalah kunci jika anda ingin mengelola rasa marah anda.

4. Hindari perilaku agresif atau pasif.

Bersikaplah tegas, namun ekspresikan pemikiran dan perasaan anda dengan cara yang baik untuk membantu memperbaiki hubungan di tempat kerja dan di rumah. Hindari komunikasi tidak langsung. Katakan apa yang anda maksud dengan sederhana dan jelas.

5. Hindari stress berlebihan dalam hidup anda.

Cobalah untuk menghindari jam kerja yang berlebihan, nutrisi yang kurang, dan istirahat yang tidak memadai. Dapatkan tidur sebanyak yang anda bisa, karena hal ini akan membantu anda memiliki lebih banyak energi ketika menghadapi situasi-situasi yang sulit. Anda juga cenderung untuk tidak mudah kehilangan kesabaran anda.

6. Hindari stimulan seperti kafein dan nikotin.

Stimulan cenderung memicu adrenalin, dan membuat orang mudah tersinggung dalam prosesnya.

7. Luangkan waktu untuk membangun kesehatan dan kesuksesan jangka panjang.

Secara perlahan membangun hal-hal positif saat anda melakukan teknik mengurangi stress dan latihan pernapasan dalam.

8. Terima dengan ikhlas hal-hal yang tidak dapat anda kendalikan.

Hemat energi anda untuk melakukan hal-hal yang dapat anda lakukan. Terlalu khawatir terhadap sesuatu yang tidak dapat anda kendalikan tidak akan membawa pengaruh pada hasilnya.

9. Terimalah diri anda.

Ingatlah bahwa anda adalah manusia dan akan membuat kesalahan sepanjang jalan hidup anda. Kasihanilah diri anda dan berikan anda waktu.

10. Lebih sabar dan toleran terhadap orang lain.

Ikuti Aturan Emas. Jika sesuatu perbuatan membuat anda merasa tidak enak, maka jangan lakukan perbuatan itu pada orang lain. Cobalah bersikap positif dan optimis sehingga orang lain merasa diberi energi oleh anda – bukan sebaliknya.

Kesimpulan

Inilah saatnya untuk mengelola rasa marah dan permusuhan dalam hidup anda. Menjadi orang yang lebih sabar, penyayang dan murah hati, tidak hanya baik untuk hubungan anda di rumah dan di tempat kerja, tapi juga untuk jantung anda.

Artikel terkait: 10 Cara Praktis Mengatasi Rasa Marah

 

Loading...