Portal Anda Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Diri
Random header image... Refresh for more!

Category — Pemecahan Masalah

Bagaimana Membuat Tugas Sulit Menjadi Mudah

tugas

Foto oleh Troop 353 Scouts

Kita seringkali menghadapi tugas yang ‘menyeramkan’, dan yang tak kalah sering kita malah menundanya. Di sisi lain kita justru sibuk mengecek email yang masuk, padahal kita baru mengeceknya 5 menit yang lalu, dengan harapan ada email penting yang memerlukan perhatian kita segera. Sangatlah kontras. Ada tugas yang membutuhkan penanganan segera sementara kita malah menunggu tugas lain yang belum tentu ada.
Jika anda tidak pernah merasakannya, mungkin anda tahu seseorang yang berlaku seperti ini.

Ini sebetulnya adalah masalah yang umum yang sering kita hadapi di pekerjaan sehari-hari. Kita berusaha menghindari tugas-tugas yang sulit karena kita takut untuk menghadapi/menjalaninya.

Pertanyaan yang sering menghantui adalah :
1. Bagaimana jika saya menyerah di tengah jalan?
2. Bagaimana jika saya tidak dapat melakukannya sendirian?
3. Bagaimana jika saya malah tampak bodoh melakukan tugas tersebut?
4. Bagaimana …..
5. Bagaimana ….. dst.

Pertanyaan-pertanyaan yang negatif ini dapat membunuh motivasi anda seketika bahkan orang-orang yang kuat sekalipun, khususnya jika pertanyaan-pertanyaan tersebut tertanam lama di dalam diri orang-orang itu.

Dibawah ini adalah sebuah konsep yang bisa anda gunakan jika anda menghadapi sebuah tugas yang sulit :

Lakukan saat ini juga.

Ini sama halnya ketika anda harus mencuci piring karena pembantu pulang kampung. Semakin anda menundanya, semakin banyak piring yang harus dibersihkan dan semakin malaslah juga anda. Loncatlah dari sofa malas anda sekarang juga dan mulailah segera.

Percayalah hukum momentum …… wah apa lagi tuh hukum momentum?
Untuk mempermudahnya saya akan menjelaskan dengan contoh, yaitu ketika anda mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat sekali mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan sangat cepat.

Saya paling sering merasakan hukum momentum ini ketika akan menulis sebuah artikel. Wah, rasanya setiap kali akan menulis malas sekali untuk memulainya. Namun ketika saya mulai menulis, rasanya tidak dapat dihentikan, sampai kadang-kadang lupa bahwa saya sudah mengetik selama 2-3 jam.

Sekali anda memulainya, anda juga kemudian dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda.
Memecah tugas tersebut menjadi beberapa tugas kecil akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan.

Pisahkan bagian-bagian yang sulit dari bagian-bagian yang mudah.

Setiap tugas selalu mempunyai bagian yang sulit dan bagian yang mudah. Ketika anda dapat memisahnya menjadi 2 bagian, anda dapat melakukan tugas tersebut sesuai dengan mood anda. Katakan saja, anda bekerja dengan energi 1000% saat pagi hari, maka pilihlah bagian yang sulit untuk anda kerjakan di pagi hari. Jika energi anda mulai berkurang di siang hari, mulailah kerjakan bagian-bagian yang mudahnya.

Nikmati tantangan yang dihadapi.

Tugas-tugas yang sulit umumnya dihindari karena penderitaan atau tekanan mental yang mungkin timbul. Anda begitu khawatir bagaimana jika anda nanti frustasi, marah-marah atau sedih. Sisi baiknya, mengetahui perasaan-perasaan ini adalah langkah pertama yang baik dalam membangun kekuatan emosi anda.

Teman saya pernah bercerita, sebelum memiliki anak, kesabarannya sangat minimal. Namun setelah memiliki 2 anak, dia memiliki kesabaran seperti seorang pertapa. Saya terkagum dengan tingkat kesabarannya ketika dia meminta anaknya dengan lembut untuk berhenti menangis sementara dia sedang berbicara di telepon.

Anda dapat memanfaatkan tugas-tugas sulit tersebut untuk melatih anda menjadi lebih sabar dan lebih rileks. Jadikanlah ajang pengembangan diri setiap tugas-tugas yang dihadapi.

Bayangkan bagaimana tugas tersebut akan membantu membentuk masa depan anda.

Apakah seorang Rudi Hartono dapat menjuarai 7 kali All England karena melewati latihan-latihan yang ringan?

Apakah seorang Andrie Wongso dapat menjadi top speaker terkenal di Indonesia karena melewati perjuangan yang mudah?

Ya, tugas-tugas sulitlah yang akan membentuk karakter anda sehingga anda bisa menjadi seseorang yang anda inginkan di masa depan nanti.

Jadi bergembiralah jika anda mendapatkan tugas-tugas yang sulit. Tanpa tugas-tugas yang sulit, anda tidak akan pernah berkesempatan untuk mengeluarkan kemampuan anda sepenuhnya dan kelak anda akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Temukan seseorang yang dapat membantu anda.

Mungkin anda trauma dengan tugas-tugas sulit yang sebelumnya pernah anda hadapi. Anda merasa bahwa sepertinya anda tidak dapat melakukan tugas tersebut sendiri. Itulah mengapa menemukan seseorang yang dapat membantu anda sangat penting untuk kesehatan emosi anda.

Temukan seseorang yang memiliki kekuatan/kelebihan yang berbeda dengan anda, sehingga anda bisa saling mengisi dengan rekan anda tersebut.

Tanyalah pada diri anda sendiri, “Apakah saya orang yang tepat untuk tugas tersebut?”

Ada beberapa tugas yang tidak cocok dengan kemampuan anda. Anda tidak bisa menjadi orang yang serba bisa untuk apapun. Jika saat ini anda menjadi seorang karyawan dan anda seringkali diberikan tugas/proyek yang tidak anda suka, anda harus segera melakukan perubahan. Diskusikan dengan atasan anda, jika tidak memungkinkan anda mendapat tugas yang anda sukai, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain. Ingat ungkapan ini : “Do What You Love. Love What You Do”, agar anda bisa sukses dalam karir anda.

Diskusikan pemikiran anda dengan orang lain.

Salah satu keuntungan anda melakukan tugas sulit adalah pengetahuan yang akan anda terima. Cobalah mendiskusikan pengetahuan tersebut dengan orang lain, entah itu lewat blog, forum, telepon atau bertatap muka langsung. Anda akan menyukai reaksi dari para pendengar anda.

January 13, 2010   No Comments

7 Hal Yang Bisa Anda Lakukan Jika Koneksi Internet Bermasalah

koneksi internet

Foto oleh Petri Lopia

Beberapa waktu yang lalu, koneksi internet saya mengalami masalah. Sebetulnya bukan hanya kali itu saja, hanya memang yang terakhir itu yang membuat saya jadi terpikir untuk menuliskannya menjadi sebuah artikel.

Daripada anda terpaku mengklik terus menerus tombol connect internet sambil bersungut-sungut, ada beberapa hal yang jauh lebih baik yang bisa dilakukan jika koneksi internet anda mengalami masalah :

1. Menulis post/artikel

Jika anda adalah seorang blogger, anda dapat mulai memikirkan dan menulis artikel untuk anda post-kan berikutnya. Akan jauh lebih mudah untuk fokus menulis artikel pada saat anda tidak terhubung dengan internet. Biasanya jika koneksi ke internet lancar, kita seringkali tergoda untuk ‘surfing’ dulu.
Tidak apa-apa memiliki 2 atau lebih artikel yang menunggu untuk di-post-kan, bahkan sangat baik. Artikel ekstra tersebut untuk menjaga-jaga barangkali suatu saat anda sakit atau berpergian sehingga anda tidak sempat menulis artikel.

2. Rapihkan meja kerja anda

Saya menemukan bahwa begitu melegakan jika kita memindahkan gelas kopi/teh kosong di atas meja, merapihkan kertas-kertas yang bertebaran dan membuang benda-benda yang sudah tidak kita perlukan lagi. Meja kerja yang rapih dan bersih akan membuat pikiran kita juga menjadi jernih.
Dalam sebuah artikel yang saya baca, Brian Tracy, menyatakan bahwa ia tidak akan mempromosikan manajer yang memiliki meja kerja berantakan, meskipun ia telah melakukan tugasnya dengan baik. Alasannya cukup sederhana, ia tidak akan mempercayakan tanggung jawab pada seseorang yang tidak dapat mengatur dirinya sendiri.
Lihatlah saat ini pada meja kerja anda ….. dan itulah refleksi diri anda.

3. Rapihkan isi komputer anda

Merapihkan isi komputer sama pentingnya dengan merapihkan meja. Anda dapat berpikir lebih jernih tanpa 20 lebih icon dan file pada bagian desktop anda. Anda pun dapat bekerja lebih mudah dan efisien jika menaruh file-file tersebut pada folder khusus. Buang juga shortcut-shortcut di desktop dan bookmark pada browser anda yang sudah tidak pernah anda buka lagi. Anda juga dapat meng-uninstall program-program yang membuat komputer anda menjadi lambat atau program-program yang sudah tidak berguna lagi.

4. Mengupdate isi komputer anda

Gara-gara menulis artikel ini, saya jadi terpikir untuk mengupdate isi komputer saya. Anda coba lihat kembali list alamat email teman-teman pada program email anda (outlook express atau microsoft outlook). Mungkin banyak alamat email yang sudah usang atau teman-teman anda sudah memiliki alamat email baru. Anda bisa melakukan update terhadap alamat-alamat email tersebut.
Atau mungkin lagu-lagu mp3 dalam komputer anda sudah diputar puluhan dan bahkan ratusan kali, sehingga anda membutuhkan penyegaran dengan menambahkan lagu-lagu baru.

5. Backup infomasi yang penting

Suatu ketika komputer saya pernah terkena virus yang aneh. Alhasil window saya terpaksa diinstal ulang dan sebagian data-data penting saya hilang. Saat itu saya belum memiliki backup data-data tersebut.
Inilah saatnya anda membuat backup terhadap data-data penting anda. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat backup :
- Jika harddisk internal anda dipecah menjadi dua : drive C dan D, anda bisa meng-copy data penting anda dari drive C ke drive D.
- Meng-copy ke cd/dvd/harddisk eksternal

6. Bersantai sejenak dan ambillah snack

Ada baiknya ada mengistiratkan mata anda sejenak dari depan komputer. Terlalu lama di depan komputer membuat mata anda lelah dan tidak fokus. Beristirahatlah. Pergilah ke ruang makan, dapur atau kulkas dan makanlah sesuatu.

7. Pergilah keluar berjalan-jalan dan hirup udara segar

Jika poin no 6 (beristirahat sejenak dan snack) tidak membuat energi anda bertambah, cobalah pergi keluar berjalan-jalan untuk menghirup udara segar. Hal ini sangat membantu untuk menaikkan level energi anda dan disisi lain menurunkan level stress anda. Jika anda berniat, anda bisa melakukan langkah yang lebih jauh lagi, yaitu dengan pergi ke pusat kebugaran.

Ini hanyalah beberapa saran yang pernah saya lakukan. Jika anda pernah melakukan hal-hal positif lainnya pada saat anda mengalami situasi yang sama, anda bisa mensharingkannya disini.

December 1, 2009   5 Comments

Perbedaan antara Fokus Pada Masalah dan Fokus Pada Solusi

solusi

Foto oleh joey.ganoza

Saya mendapatkan artikel ini dari seorang rekan beberapa tahun yang lalu. Ya, sudah sangat lama sekali, dan saya menemukan artikel ini pun tidak sengaja ketika saya sedang merapihkan file-file dalam notebook saya. Saya rasa artikel ini cukup bermanfaat untuk saya sharingkan kepada para pembaca akuinginsukses.com. Artikel aslinya berbahasa Inggris, jadi perlu saya terjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia. Sumber aslinya tidak diketahui.
Kita simak saja bersama-sama :

Kasus 1

Ketika NASA mengirimkan astronotnya ke luar angkasa, mereka menemukan fakta bahwa ternyata pena tidak bisa digunakan pada gravitasi nol (tinta tidak akan tertarik keluar). Untuk memecahkan masalah ini, mereka melakukan penelitian selama kurang lebih 1 dekade dan menghabiskan biaya sebesar $12 juta (setara dengan Rp.120 milyar dengan kurs $1=Rp.10.000,-).

Mereka merancang sebuah pena yang dapat digunakan pada gravitasi nol, menghadap keatas, bahkan di dalam air, pada permukaan apapun (termasuk kaca) dan suhu dingin 300 derajat celcius dibawah nol.

Dan Apa yang orang Rusia lakukan?

Mereka menggunakan pinsil ……

Kasus 2

Salah satu studi kasus yang paling terkenal dalam manajemen Jepang adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di perusahaan kosmetik terbesar di Jepang.

Perusahaan tersebut menerima keluhan dari konsumen bahwa sabun yang mereka beli ternyata kosong.
Dengan segera bagian keluhan pelanggan terjun langsung ke lapangan menuju bagian pengemasan produk. Bagian pengemasan produk adalah lini terakhir dari proses produksi sebelum menuju bagian pengiriman produk.
Mereka kemudian menemukan bahwa ternyata memang ada kotak sabun yang kosong yang melewati bagian pengemasan, dengan beberapa alasan.
Manajemen kemudian meminta para insinyurnya untuk memecahkan masalah ini. Para insinyur tersebut segera melakukan penelitian. Mereka bekerja sangat keras dan akhirnya menemukan mesin X-ray dengan resolusi tinggi yang dioperasikan oleh 2 orang untuk mengamati semua kotak sabun yang lewat, untuk memastikan bahwa kotak sabun tersebut tidak kosong.
Tidak perlu diragukan lagi hasil yang mereka capai. Mereka telah bekerja sangat keras dan cepat, namun mereka juga menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Di bagian tempat yang lain, sebuah perusahaan dengan skala yang jauh lebih kecil menemukan permasalahan yang serupa. Namun mereka tidak menggunakan mesin X-Ray yang sangat rumit. Mereka mencoba melakukan pemecahan dengan cara yang berbeda.
Mereka membeli sebuah kipas angin khusus yang sangat kuat dan menaruhnya pada suatu titik di bagian pengemasan. Setelah kipas angin tersebut dinyalakan, maka setiap kotak sabun yang kosong dan melewati kipas tersebut akan segera terbang tertiup angin.

Apa pesan yang ingin disampaikan dari 2 kasus diatas?

Temukan segala kemungkinan pemecahan-pemecahan masalah dengan sederhana. Mulailah belajar untuk fokus pada solusi, bukan pada masalah.

August 12, 2009   5 Comments