Portal Anda Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Diri

 


Inilah Dampak Buruk Media Sosial Bagi Kesehatan

dampak buruk media sosial

Di jaman sekarang ini, hampir semua orang memiliki media sosial. Media sosial dan manusia menjadi dua hal yang hampir sulit untuk dipisahkan. Dari mulai kegiatan sehari-hari, perasaan, hingga hal-hal kecil dalam kehidupan diunggah ke media sosial. Kita tidak perlu lagi saling berkunjung dalam kehidupan nyata untuk mengetahui kabar seseorang. Semua hanya sejarak satu sentuhan di smartphone saja. Namun, tahukah Anda bahwa media sosial bisa merusak kesehatan bagi fisik maupun mental? Bagaimana bisa kesehatan kita bisa rusak oleh sesuatu yang membuat kita selalu ‘terhubung’? Berikut pemaparan mengenai dampak buruk media sosial bagi kesehatan kita.

Dampak Media Sosial Pada Kesehatan Fisik

1. Mempengaruhi Postur Tubuh

Beragam penelitian medis dan ilmiah telah menunjukkan bahwa orang yang menggunakan smartphone lebih dari empat jam sehari cenderung memiliki bahu dan tulang punggung yang bungkuk, masalah pada tulang belakang, dan merasakan nyeri leher dan kepala lebih sering dari mereka yang tidak menggunakan smartphone sesering ini. Hasil ini cukup mencengangkan, namun masuk akal. Saat menggunakan smartphone biasanya kita lebih sering menunduk dan menjadi bungkuk. Postur tubuh kita berubah, otot-otot serta tulang-tulang dalam tubuh kita pun terus berubah.

2. Sulit Tidur

Salah satu masalah yang sering dihadapi generasi milenial yaitu sulit tidur. Tidur merupakan faktor yang paling penting dalam menjaga kesehatan kita secara keseluruhan. Agar tidur kita sehat dan berkualitas, tubuh kita perlu memproduksi hormon melatonin secara alami. Ketika kita terus-terusan menatap layar ponsel cerdas sebelum tidur, tubuh kita seperti sedang memandangi suatu pemandangan dengan cahaya yang sangat terang, sehingga menunda produksi hormon melatonin dan kita akan sulit tidur atau mendapatkan tidur yang berkualitas. Akibatnya, kita akan mudah merasa kelelahan akibat kurang tidur.

3. Mengganggu Kesehatan Mata

Terus-terusan memandang layar yang memancarkan radiasi tentu saja sangat tidak baik bagi kesehatan mata. Smartphone memancarkan sinar biru (blue light), yang sangat silau bagi mata kita. Menatap layar smartphone sebelum tidur sangatlah berbahaya dan dapat merusak retina mata. Paparan sinar biru pada retina ini dapat menyebabkan degenerasi makula, seperti penglihatan yang semakin memburuk.

Sejumlah dokter mata juga menyatakan bahwa ada hubungan antara penggunaan smartphone dengan penyakit katarak. Pasien yang masih berusia muda yang mengalami katarak semakin bertambah setiap harinya dibanding pasien berusia 75 tahun ke atas.

4. Masalah Pada Jari dan Pergelangan Tangan

Jika Anda sering mem-posting setiap kegiatan Anda di media sosial atau membalas setiap komentar, Anda mungkin akan mengalami masalah pada jari dan pergelangan tangan Anda. Sering mengetik di ponsel cerdas akan membuat urat-urat di jari Anda menjadi tegang.

Dampak Media Sosial Pada Kesehatan Mental

1. Kecanduan Pada Media Sosial

Media sosial bagaikan candu. Tak dapat dipungkiri, banyak orang yang seperti ‘terikat’ dengan media sosial dan tak bisa lepas darinya. Sedikit-sedikit selalu mengecek smartphone-nya untuk melihat notifikasi terbaru, atau hanya sekadar melihat-lihat update-an terbaru dari teman-teman di dunia maya.

Apalagi sekarang ini hampir setiap orang membawa smartphone ke mana-mana, sehingga semakin sulit untuk lepas dari internet. Semakin banyak pula orang menghabiskan waktu untuk daring di situs-situs media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan yang lainnya. Bagi mereka yang sangat kecanduan akan media sosial, tentu saja akan mengganggu kehidupan pribadinya seperti dalam pekerjaan, aktivitas fisik, bahkan hubungan. Orang-orang ini cenderung mengabaikan kehidupan offline-nya dan lebih senang beraktivitas online.

2. Dampak Emosional Negatif

Banyak alasan di balik orang-orang menggunakan media sosial. Ada yang untuk bersosialisasi, menjaga hubungan dengan teman dan kerabat yang jauh, mencari dan berbagi informasi, berbelanja, atau hanya sekadar hiburan dan pengalihan dari penatnya kehidupan.

Media sosial mungkin bermanfaat bagi mereka yang memiliki keterbatasaan dalam hal mobilitas. Dengan menggunakan media sosial, mereka tetap bisa terhubung dan berkomunikasi dengan yang lain. Para nenek dan kakek dapat mengobrol dengan cucu-cucunya, suami yang sedang bekerja ditempatkan di luar kota bahkan luar negeri bisa tetap berkomunikasi dengan istri dan anak-anaknya. Teman-teman yang berbeda negara dapat mengobrol secara daring. Meskipun tetap saja berinteraksi melalui media sosial tidak akan mampu menggantikan interaksi sosial secara langsung.

Namun, media sosial juga dapat menyebabkan stress dan emosi negatif lainnya. Contoh yang sedang ramai saat ini yaitu isu cyber-bullying. Bahkan orang yang tidak saling kenal pun dengan mudahnya mem-bully satu sama lain. Hal ini tentu saja memberi dampak emosional yang tidak baik. Ada juga orang-orang yang senang memancing-mancing emosi atau berdebat yang tidak sehat mengenai banyak hal mulai dari olahraga hingga politik. Perdebatan-perdebatan seperti ini tentu bisa mengundang stress. (Baca juga 17 Tips Mengatasi Stress Dalam Hidup dan di Tempat Kerja)

3. Depresi

Semakin kita menggunakan media sosial, semakin kita tidak bahagia. Salah satu alasannya yaitu karena kita sering secara tidak sadar membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain saat kita menggulir feeds. Dalam suatu penelitian yang melihat bagaimana kita membandingkan diri dengan yang lain, baik dengan ‘melihat ke atas’ atau ‘melihat ke bawah’. Ternyata kedua jenis perbandingan ini sama-sama membuat orang merasa lebih buruk, dan ini mengejutkan, karena dalam kehidupan nyata, hanya perbandingan ‘melihat ke atas’ yang membuat kita lebih buruk. Sepertinya segala jenis perbandingan apa pun di dunia media sosial mengarah kepada gejal-gejala depresif.

Bukan rahasia lagi bahwa kegiatan membandingkan diri di media sosial ini dapat menyebabkan kecemburuan sosial. Akuilah bahwa melihat foto orang-orang liburan ke luar negeri, memiliki keluarga yang tampak sempurna, kerja di tempat bergengsi, dan sebagainya dapat menimbulkan rasa iri. Dan ini bagaikan lingkaran setan, dengan merasa iri, orang ingin membuat kehidupannya terlihat lebih membahagiakan, dengan tujuan membuat orang lain iri juga. Jadilah lingkaran iri tak berkesudahan. (Baca juga Bagaimana Mengatasi Depresi dan Mengubah Hidup Anda)

4. Nafsu Makan Berlebih

Saat ini, orang dengan mudah mengunggah segala sesuatu di media sosial, termasuk apa yang mereka makan. Misalnya di Instagram, foto-foto dengan tagar #foodporn atau #instafood banyak berseliweran. Seperti dilansir Women’s Health, foto-foto makanan ini dapat mengaktivasi otak yang membuat kita meninginkan makanan tersebut dan akhirnya memaksa kita untuk makan berlebih. Suatu penelitian bahkan mengungkapkan bahwa hanya dengan melihat gambar makanan saja dapat merangsang rasa lapar.

Apa yang Sebaiknya Kita Lakukan?

Agar tetap sehat bermedia sosial ria, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

  1. Gunakan media sosial saat waktu senggang saja. Jangan sampai mengganggu kehidupan pribadi, pekerjaan, atau studi Anda.
  2. Perbanyak aktivitas fisik dan sosial di dunia nyata.
  3. Jangan membuang waktu untuk berdebat dengan orang lain di media sosial.
  4. Jika postingan-postingan orang lain media sosial membuat Anda depresi, deaktivasi akun Anda, unfollow orang-orang yang postingannya membuat Anda iri, dan ingatlah bahwa media sosial bukanlah representasi dari kehidupan nyata.

 

Loading...