Portal Anda Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Diri

 


Sikap yang Tidak Boleh Dilakukan Orang Tua Pada Anak-Anak

orang tua dan anak

Merasa kesal pada anak-anak adalah hal yang lumrah selama orang tua tidak berlebihan. Namun ada kalanya orang tua kehilangan kontrol sehingga mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas. Meskipun tampak normal, sikap semacam ini seharusnya dihindari.

Tidak peduli seberapa sibuk seorang ayah atau ibu, adalah tidak tepat untuk melakukan hal-hal yang akan menghasilkan sikap buruk pada anak-anak mereka. Terutama dalam tahap-tahap awal di mana anak-anak sedang dalam pengembangan karakter,  yang kelak akan menjadi bagian tak terpisahkan dengan kepribadian mereka.

Meskipun kadang-kadang hal signifikan dapat terjadi, seperti berteriak pada anak-anak jika mereka mengganggu orang tua mereka ketika sedang sibuk dianggap sebagai hal yang umum, sebagai bentuk disiplin pada anak-anak. Namun, menurut beberapa ilmuwan, melakukan hal tersebut justru dapat memberikan efek negatif pada anak-anak. Anak-anak mungkin merasa terasing, tidak diakui, dan sebagainya.

Oleh karena itu, sesibuk apapun orang tua, atau seberapa banyak stres yang mereka miliki, mereka harus mampu mengendalikan diri dan memperlakukan anak-anak mereka dengan cara yang seharusnya. Apa saja hal-hal yang harus dihindari? Berikut adalah beberapa di antaranya:

Jangan Ganggu!

Hal ini tampaknya seperti hal yang normal. Seorang ibu sibuk memasak di rumahnya. Atau ayah sibuk membaca berita menarik di koran. Atau mungkin juga melanjutkan tugas yang dibawa dari kantor. Lalu ia mengunci diri di kamarnya. Tiba-tiba anak datang dan meminta dia untuk sebuah bantuan. Dalam situasi yang ketat, orang tua dapat berteriak pada anak itu, “Jangan ganggu aku! Aku sibuk! ”

Menurut Suzette Haden Elgin PhD., penulis yang juga seorang pelatih bela diri verbal dikutip dari parenting.com, bahwa jika orang tua bertindak seperti itu, anak-anak mungkin merasa tidak berarti karena jika mereka meminta sesuatu pada orang tua mereka, mereka akan diberitahu untuk pergi. Jika sikap seperti itu diterapkan pada anak-anak anda, maka sampai mereka tumbuh dewasa mereka akan merasa tidak ada gunanya berbicara dengan anda. Di sisi lain, Suzette menyarankan bahwa jika anda sedang benar-benar sibuk, cobalah alihkan perhatian anak-anak anda untuk melakukan kegiatan lain sebelum anda membantu mereka. Misalnya, jika mereka meminta bantuan anda dalam melakukan pekerjaan rumah mereka dan anda sedang benar-benar sibuk, mintalah mereka untuk melakukan aktivitas lain terlebih dahulu seperti menonton TV. Lalu kemudian, anda bisa datang kepada mereka untuk membantu, asalkan gangguan tersebut tidak terlalu lama.

Memberikan Pernyataan Negatif

Kadang-kadang orang tua merasa marah kepada anak-anak mereka yang tidak melakukan apa yang mereka katakan. Jika anak-anak diminta untuk melangkah maju dalam kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan orang tua mereka, tapi mereka menolak, maka orang tuanya berkata, “Kamu seperti orang yang pemalu!” Pada kesempatan lain jika orang tua meminta anak mereka untuk melakukan sesuatu namun ia tidak melakukannya, mereka mengatakan, “Kamu begitu malas!”

Jenis pernyataan semacam itu dapat menyakiti perasaan anak-anak anda. Mereka akan menjadi seperti  yang orang tua mereka katakan. Ini akan sangat berbahaya jika pernyataan seperti “Kamu bodoh!”, “Kamu nakal!” dikatakan pada anak-anak kita.

Sebaliknya, katakanlah hal-hal positif kepada anak-anak anda. Jika anak-anak anda menerima nilai buruk, jangan mengatakan, “Kamu begitu bodoh!”; Katakan sesuatu yang lain. Sebagai contoh, katakanlah, “Jika kamu belajar lebih baik, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik daripada ini karena kamu sebetulnya adalah anak pintar.”

Jangan Menangis

Berurusan dengan anak-anak yang bertengkar dengan teman-teman mereka atau merasa kecewa karena perlakuan tertentu harus dilakukan secara bijaksana. Tidak perlu untuk memarahi atau meminta anak-anak anda untuk tidak cengeng. Banyak anak yang mengalami hal tersebut, orang tua mengatakan pada mereka, “Jangan cengeng!”, “Jangan sedih!”, “Jangan takut!”

Menurut Debbie Glasser, seorang psikolog anak, mengatakan kata-kata tersebut akan mengajarkan anak-anak bahwa perasaan sedih adalah sesuatu hal yang tidak umum, bahwa menangis bukanlah hal yang baik, sedangkan menangis sendiri merupakan ekspresi dari emosi tertentu yang setiap manusia miliki.

Oleh karena itu, untuk menangani masalah ini, akan lebih baik untuk meminta anak-anak anda menjelaskan apa yang membuat mereka sedih. Jika mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh teman-teman mereka, jelaskan pada mereka bahwa perilaku teman-teman mereka adalah tidak baik. Dengan memberikan mereka gambaran perasaan yang mereka rasakan, orang tua telah memberikan mereka pelajaran empati. Anak-anak yang menangis akan segera menghentikan atau setidaknya mengurangi tangisan mereka.

Membandingkan Anak

Memiliki lebih dari satu anak mungkin berakibat membandingkan anak anda satu sama lain. Jika anak kedua tidak bisa memakai pakaian secepat saudaranya, jangan mengatakan, “Lihatlah kakakmu, dia bisa melakukannya dengan cepat. Mengapa kamu tidak bisa melakukannya juga? ”

Perbandingan  hanya akan membuat anak anda merasa bingung dan menjadi kurang percaya diri. Anak-anak bahkan mungkin membenci orang tua mereka karena mereka selalu mendapatkan perlakuan buruk dari perbandingan tersebut (terhadap kakak, adik, atau anak-anak lain), sedangkan perkembangan setiap anak berbeda.

Daripada  membandingkan anak-anak anda, orang tua harus membantu untuk menyelesaikannya. Misalnya, ketika anak mengalami masalah mengenakan pakaian mereka sementara saudara mereka bisa melakukannya lebih cepat, orang tua harus membantu mereka untuk melakukannya secara benar.

Menunda

Ada kalanya seorang ayah atau seorang ibu berada di rumah bersama anak-anak mereka tetapi tanpa pasangan (suami atau istri). Ketika anak-anak melakukan kesalahan, orang tua (baik ayah atau ibu) tidak memberitahu anak-anak mereka tentang kesalahan yang mereka buat dengan segera. Misalnya, seorang anak diberitahu untuk tidak bermain dengan korek api, tapi dia tetap melakukannya. Si ibu hanya mengatakan, “Tunggu sampai ayahmu pulang.” Ini berarti menunggu sampai ayahnya yang akan menghukum nanti.

Menunda mengatakan kesalahan hanya akan memperburuk keadaan. Ada kemungkinan bahwa ketika seorang ibu atau ayah menceritakan kembali kesalahan yang dilakukan anak-anak mereka, ibu/ayah malah membesar-besarkan sehingga anak-anak menerima hukuman yang lebih dari seharusnya. Ada kemungkinan juga orang tua menjadi lupa kesalahan anak-anak mereka, sehingga kesalahan yang seharusnya dikoreksi terabaikan. Oleh karena itu, akan lebih baik untuk tidak menunda dalam mengoreksi kesalahan yang dilakukan anak-anak anda sebelum menjadi lupa sama sekali, dan jangan bergantung pada pasangan anda.

Cepatlah!

Saat sebuah keluarga pergi ke suatu acara dan seorang anak lambat dalam melakukan hal-hal, seperti mengenakan baju atau sepatu, orang tua sering berteriak, “Cepat!”

Sikap ini tidak mendidik anak-anak anda untuk melakukan hal-hal lebih cepat, apalagi jika berteriak juga disertai dengan jari menunjuk dan suara nyaring. Hal ini akan membuat anak merasa takut, bersalah, dan tidak akan membuat mereka bergerak lebih cepat.

Memberikan Pujian dengan Mudahnya

Rupanya, memberikan pujian dengan mudah juga bukan hal yang baik. Memberikan pujian dengan mudah akan terkesan “murah”. Oleh karena itu jika seorang anak melakukan sesuatu yang sederhana, tidak perlu memuji dengan “Luar Biasa! Luar Biasa!” Karena anak secara alamiah akan mengetahui hal-hal yang dia lakukan dengan biasa-biasa saja atau luar biasa.

Sikap di atas sering dipraktekkan pada anak-anak oleh orang tua mereka. Kelihatannya sederhana tetapi dapat menghasilkan karakter yang buruk jika tidak dihindari. Oleh karena itu, di kalangan masyarakat yang kondisinya tampak menyedihkan akhir-akhir ini, perbaikan harus dimulai dari keluarga, sehingga marilah kita memperlakukan anak-anak kita dengan baik.

 

 

loading...

56 comments

1 soni { 06.10.13 at 9:03 pm }

ass…
makasih yh.. Walaupun msih remaja..
tapi ini bakal yg patut d praktikan…

2 elsa { 08.11.13 at 11:29 pm }

Terimakasih.. Ini sangat membantu saya, sbg orang tua tunggal, bagaimana seharusnya saya memperlakukan anak saya.

3 bila { 12.06.13 at 8:37 pm }

orang tua saya selalu membandingkan saya dengan anak orang lain dan selalu mempertanyakan hal negatif kepada saya. tetapi Alhamdulillah saya masih bisa sabar menghadapi sikap ortu saya. tetapi kadang kala saya juga merasa jengkel dan ingin marah kpda mreka. saya harus bgaimana?

4 reza { 05.06.14 at 9:37 am }

Sekarang ini kami msh tinggal dgn mertua. Saya berusaha melakukan yg benar dlm bersikap terhadap anak. Tp kalau lingkungan keluarga tdk sejalan dgn kita. Apa yg harus sy lakukan. Menghindar dr rmh mertua sdh sy lakukan. Tp istri sy sepertinya tdk bs jauh dr org tuanya.

5 Richy { 05.31.14 at 7:38 pm }

saya adalah seorang anak dari tiga bersaudara. sy rasa sikap ibu2 termasuk ibu sy agak berlebihan. kesalahan kecil yg sebenarnya bisa diselesaikan dgn kepala dingin malah menjadi besar karena menyelesaikan masalah dgn marah2. hah tapi mau gimana lagi sy msh bersyukur krn memilikix. entah bgmn jika ia tdk ada.” surga ada di telapak kaki ibu “

6 Iza { 07.02.14 at 7:12 pm }

kadang kala jika orang tua saya melihat seseorang lebih dari sya orang tua saya selalu mengatakan “kenapa kamu ga bisa gitu sih?”
saya suka agak jengkel bagaimana saya menghadapinya?

7 prayogi saputra { 07.25.14 at 2:09 pm }

secara agama, apa hukuman bagi orang tua yg sering membanding kan anaknya dengan sesuatu yg tidak benar. Dan juga, sering meremehkan kemampuan anaknya. Padahal, saya lebih baik daripada orang itu.
Terimakasih.

8 sasa fadlysia { 08.24.14 at 3:13 pm }

Saya merasa kasihan dan menjeritttt hatiku saat anak saya menutunt saya,tapi apa dayaku,, aku hanya yg a seorang janda,
Aku merantau demi mengubah hidup yg lebih baik, tapi anakku mengirim pesan singkat, mama jujur secara materi alvin cukup ma, tapi Alvin butuh dukungaan dan kasih sayang dari orang tua, kadang Alvin iri melihat teman2 yg hidupnya penuh kasih sayang…

9 sasa fadlysia { 08.24.14 at 3:17 pm }

Mohon sahabat semua apa yg aku lakukan n aku katajan pada anakku supaya dia mengerti keadaan ku, aku sungguh bingungrasa hati aku ingin plng , dan memberi pelukkan n kasih sayanku padanya,,,, oh gusti ampunilah aku yg telah membiarksn anak kurang kasih sayank dari ku,:(:)

10 Annisa Rasha { 09.28.14 at 4:35 pm }

Ortuku slalu saja memarahiku. Sekecil apapun masalah itu, pasti slalu dibesar-besarkan. Ortuku kalo memarahiku sudah kelewatan. Mereka juga pernah membandingkan aku dgn anak orang lain. Tapi Alhamdullilah, aku masih bisa bersabar. Biarpun begitu, kesabaranku sudah mulai menipis. Apa yg harus kulakukan?

11 youdha { 10.13.14 at 1:32 pm }

orang tua ku selalu memarahiku hampir setiap hari , selalu membandingkan dgn org lain yg membuat ku merasa tak berguna dimatanya , di depan orang lain selalu membicarakan kejelekan ku seakan” itu adalah kebanggaan baginya…
sabar pun sudah bosan menghampiri ku dan kemarahan datang kepadaku!
aku sedih dan menangis ! APA YG HARUS AKU LAKUKAN !

12 Henny { 12.05.14 at 4:09 pm }

terima kasih atas informasi yang sangat berharga ini.
saya karyawati, pekerjaan di kantor terkadang membuat saya stress saat sampai di rumah, saat anak saya datang menyapa kedatangan saya, saya merasa senang tetapi saat dia meminta bantuan saya atau mengajak jalan jalan saya langsung marah pada anak saya itu. Sikap seperti apa yang harus saya lakukan pada anak saya?

13 hardiono wijaya oei { 12.23.14 at 11:31 am }

Ayah saya selalu memarahi saya hampir setiap hari. Dan selalu membandingkan saya dengan adik saya sendiri. Di depan mata ayah saya sendiri saya dianggap tidak ada guna nya . Dianggap ayah saya selalu benar . Untung ayah saya mempunyai anak yang masih sabar terhadap omelan nya sendiri

14 iis { 04.14.16 at 6:29 pm }

Aku juga seperti itu.. lebih parahnya aku malah hampir setiap hari diusir dari rumah,disuruh kost sendiri hanya karena aku selalu salah dimata ayahku, padahal aku sllu mencoba bersikap wajar dan benar…

15 tia { 12.23.14 at 11:34 pm }

saya adl anak tunggal dikeluarga saya, saya selalu dibanding”kan dgn anak tetangga saya oleh ibu dan ayah saya sendiri.
tp saya tdk tau bagaimana cara menghadapi sifat mereka yg sll seperti ini, saya merasa dikekang, saya sempat berpikir apakah saya anak mereka atau tdk scr slama ini saya rasa sll diperlakukan seolah” saya bukan siapa” dan saya merasa sakit hati, tp saya mencoba untuk sabar dlm menghadapi semuanya meskipun dlm hati saya berbicara apakah saya bisa bertahan??

16 Fauzi { 12.29.14 at 4:40 pm }

Orang kyak gt diemin aja, ntar juga capek sendiri

17 Dhio { 12.31.14 at 9:05 pm }

Orangtuaku semuanya bersikap seperti itu aku tidaak bisa melawan nya karena jika aku berbicara mereka malah mengerasi dan membentaki ku aku sperti rasanya ingin mati bagaimana solusinya ya???

18 Sasa { 02.01.15 at 5:47 pm }

Ayah saya selalu memarahi sy, jika ada masalah yang kecil selalu diperpanjang dan dibesar2kan! Saya sudah diperlakukan seperti itu sejak kecil! Sya sdh tidak tahan, bahkan sejak saya memiliki adik sy selalu dibanding2kan dengan adik saya. Dan sampai sekarang saya sudah berniat untuk kabur dari ruma. Bagaimana solusinya?

19 anynomous { 02.05.15 at 6:38 pm }

Saya benci dengan ayah saya karena selalu memarahi saya dari hal terkecil sekecil2nya & selalu membesar2kan. Bahkan saya selalu dilable kalo saya adalah anak durhaka/anak yang tidak berguna lagi. Selain itu saya selalu dibanding2kan dengan kakak saya yang prestasinya dapat dia capai sampai ke mancanegara. Tetangga, teman2 & adik saya pun yang baru berumur 5 tahun selalu dibandingkan antara saya dengan mereka oleh ayah saya. Saya selalu ditunjuk2, diancam jika saya melawan saya akan dicoret dikekeluargaan beliau, lalu saya akan diusir. Apalagi semenjak saya punya pacar, ayah saya selalu memarahi saya. Kadang saya jenuh, saya tidak bisa melawan karena harus mengerti kondisi beliau. Jika saya melawan, resikonya sangat berat, karena beliau memiliki riwayat penyakit jantung. Apalagi beliau tidak boleh marah2 karena kursi roda siap untuk didudukinya. Jenuh, bosan, ingin kabur, bunuh diri selalu terbayang2, menyakiti diri saya sndri, marah sampe saya ditangani oleh psikiater saya ketika saya smp. Saya benci akan hal tentang beliau, beliau selalu meminta bantuan saya, bahkan saya rela tidak kuliah hanya untuk menemani adik saya yang sekolah. Ayah saya bener-bener egois, temprament, gengsi tinggi, stubborn & masih banyak lagi.
Saya selalu berdoa kepada Allah agar diberi petunjuk namun kondisinya tetap sama. Bahkan psikiater & dokter pribadi saya pun tidak bisa memberikan solusi yang baik tentang ayah saya. Lalu apa yang harus saya lakukan?

20 lita mutia { 02.13.15 at 11:35 pm }

Ibu saya sering marah-marah, hampir setiap hari, dari kecil sellau begitu, gak siang , gak malam, gak pagi pasti marah, masalah sekecil apapun langsung panjang, sekarang saya kuliah dan kos, jadi jarang pulang, pas pulang berharap bakalan berubah, eh gak taunya sama aja, jadi paling males klo disuruh pulang, suka bandingin saya sm anak lain, dia bilang anak orang lain kerja, sedangkan saya cuman minta duit, padahal yang nyuruh kuliah mati-matian dia. Ini membuat saya benar-benar jenuh

21 fhazza { 03.15.15 at 11:04 am }

Semua yang disebutkan diatas adalah hal yang setiap hari dilakukan oleh orang tua ku…

I HATE MY LIFE

22 ketket { 04.23.15 at 3:47 pm }

Ibu saya sangat egois, tidak mau mengalah, maunya didengerin, tidak mau mendengar komentar atau alasan. Usia saya sekarang 21 tahun, saya selalu mentaatati perkataan orang tua saya sejak kecil. Akan tetapi, mereka masih menganggap saya seperti anak kecil. Mengatakan saya Bodoh, Malas, membandingkan saya dengan orang lain. Yang lebih menyakitkan lagi, kadang saya diteriaki di depan banyak orang. Ibu saya selalu marah-marah, ngomel tak jelas, hal-hal kecil yang sepele pun selalu dibesar-besarkan setiap harinya. Yang lebih menjengkelkan lagi, meskipun sudah jelas bahwa ibu saya memang salah ia tetap enggan dikatakan salah. Ia selalu memutarbalikan fakta dan selalu mengungkit-ungkit kesalahan kami yang tidak ada hubungannya sama sekali. Ibu saya bahkan suka menuduh kami yang bukan-bukan. Dan itu sangat menyedihkan. saya bingung harus melakukan apa ? Saya bahkan mulai kehilangan rasa simpati saya kepada ibu saya.

23 Nadiyah { 06.04.15 at 4:23 pm }

Akuu selalu di omeli sma ibuku ,, aku selalu merasa jengkel aku suka menangis klo setiap kli akuu di omeli karna kadang” ibuku pernah memarahiku dengan kata” kasar ,, aku jdi tidak dekat lgi dengan ibuku aku merasa klo ibu ku lebih sayang kepada adik” ku dibandingkan aku..

24 Sonia { 06.24.15 at 3:55 pm }

Saya lagi ada masalah dengan orang tua saya sendiri ,
semua yang komen di atas saya mengalaminya , mengapa nasibku seperti ini yaallah ;(

25 qqr { 06.30.15 at 7:37 am }

saya sering dimarahi orang tua saya entah itu masalah kecil atau besar kadang juga masalah kecil yg dibesar besarkan dalam hal memarahi ayah saya selalu mengambil hal negatif dari saya bahkan hal negatif saya,yg sudah lampau selalu di bawa bawa kdg setelah pulang kerja entah kenapa dia tau tau marah2.saya bisa dibilang orang yg taat kpd org tua maupun agama tetapi walaupun taat saya sering dimarahi kdg saya berpikir bukankah engkau orang tua yg beruntung punya anak yg taat agama dan padamu masih byk anak2 yg tdk taat keduanya.aku selalu takut dekat dgn ayahku pernah suatu saat ayahku bertanya knp engkau menjauh dariku ?,bukankah itu pertanyaan yg aneh seharusnya dia introspeksi diri kenapa anak bisa begitu bukan bertanya.aku sering bertanya2 apakah anak lain ada yg sepertiku ?.dan saya berharap bila di masa depan saya berumur panjang dan aku punya anak akan kudidik dgn cara saya sendiri aku tdk mau anaku menjadi pelampiasan ku dimasa depan….amin……

26 qqr { 06.30.15 at 12:52 pm }

saranku orangtua memarahi karena mereka ingin kita jadi orang sukses kelak .seberapa seringnya org tua mu memarahi mereka tetap syg padamu buktinya sekarang kalian sudah pada besar bisa buka internet

27 masliana { 07.06.15 at 8:17 pm }

smua yg ada d ataas pnah aku lalui.. I HATE VERY AWAY MY LIFE..my parents alway say something wrong to me..why..wyy

28 Ajeng { 07.10.15 at 6:23 pm }

aku seringkali disalahkan sampai akhirnya saat ini aku sudah di titik yang sangat lelah. aku hanya bisa diam dan berdoa agar aku selalu diberikan kekuatan.

29 Alfan hadi { 08.02.15 at 9:47 am }

Makasih yah…
ini sangat membantu…

30 ayu { 08.10.15 at 6:36 pm }

Dri kecil mpe skrg slalu dimarahi sama mama mudah2an ada hidayah Allah bwt mama ku Amiin….aku sangat sayang sama mama love u mom

31 Unknown { 07.01.16 at 9:49 pm }

Kamu hebat!

32 ahmad { 08.16.15 at 2:54 pm }

Saya anak tunggal.. ortu gk jls hubungannya.beda rumah udh lama tp gak cerai. Saya kesal kl harus dibandingkan dgn sahabat sendiri..kdg saya dituntut harus bisa ini itu semuanya lah harus bisa. Kdg ketika saya melakukan kesalahan, disitulah kesempatan mama buat memindahkan ku ke rmh papa.. ” udh kamu ikut papa aja sana kl gini terus.cepet pilihin bajumu yg dibawa”.. gmn saya harus menghadapinya ?

33 awan ambar wati { 08.19.15 at 10:02 pm }

Ayah sy egois , dia menganggap sdh dia yg paling benar ,, dia cuma bisa bikin jengkel ibu sy saja .

34 inong { 09.20.15 at 1:52 pm }

hanya inginkan kasih saynk dari keluarga,

35 Ika { 09.29.15 at 8:06 am }

Orang tua saya sering salah paham dan saat dia marah dia tidak kontrol dan mengatakan hal hal yang menyakiti perasaan saya..

36 Bintan Qotrunnada { 10.29.15 at 5:26 pm }

Saya jg sering kali dibandingkan dengan anak orang lain, tp yg namanya hati.. apalagi perempuan pasti sensitive… sayamenangis.. saat saya menangis saya dibilang cengeng.. padahal yg menyebabkan saya menangis adalah ibu sendiri….

37 ***** { 11.08.15 at 7:22 pm }

Hai aku anak ke empat dari 5 bersaudara,aku selalu dimarahin sama mama aku aku nggak tau harus ngapain mama aku selalu membedakan aku sama saudara saudaraku yang lain.kakak aku yang pertama nggak pernah dimarahin walaupun dia ganggu adik adiknya kalo yang kedua juga nggak pernah dimarahin karna dia juga nggak suka marah marah yang ketiga suka marah marah tapi mama ngak pernah marah sama sekali sama dia yang terakhir mama terlalu sayang sama dia kalo mama marah sama dia pasti cuman 1 menit terus dilupakan marah nya kalo aku…….kalo mama marah sama aku bisa 4 hari nggak diajak bicara aku harus gimana. Hidup aku nggak adil banget . Mama sama papa udah cerai aku ikut sama mama kata mama nanti kita bisa hidup ber-6 tapi ternyata nggak semua cuman omong kosong. Mama mungkin nggak sayang sama aku. Mama sayang sama aku kalo lagi ada temannya atau keluarganya. Aku harus gimana aku sebenarnya mau ikut sama papa tapi papa udah nikah . Bantu aku aku harus gimana??

38 Haekal Aucall Collins { 11.18.15 at 2:41 pm }

Semua hal yang comment kyknya terjadi ama gua. Sedih bangt gua hari. Kenapa Ya Allah…aduhhh

Padahal gua sayang ama ibu gua. Aduhhh….

Mungkin gua harus nulis novel kali yah…judulnya “Kala Ayah jadi nomor satu dalam hidupku”

Sakit hati gua hari ini :(

39 hafifah { 11.22.15 at 12:01 pm }

Masya Allah,
Tanpa disadari byk sX kesalahan yg telah diperbuat,
Dan malah tanpa qta sadari hal tsb malah menyakiti orang yang kita sayangi,
Pelajaran yang sangat berharga,,
Mdh2n kedepan sayA lbh bisa mengontrol emosiku dgn lebih baik lagi,
Dan semoga aq bisa menjadi ibu yang baik untuk anak2u,

40 nisa { 12.26.15 at 7:26 am }

Ibu ku dari aku kecil selalu memarahi ku …. berkata biasa pun dia berteriak… kadang memukul dan melempar benda ke arah ku…. aq merasa tidak nyaman dengan keadaan rumah… sampai” aq pun jadi sering marah kpd orang” di dekatku itu karna setiap hari ibu membentak ku…. setiap menyuruh ku melakukan sesutu pasti selalu membentak … setiap dia emosi pelampiasanya aku…. kadang aku berfikir knapa harus di lahirkan oleh nya … kadang aku malu dengan tetanggaku karna sampai umurku 19 masih selalu di marahi… seperti anak yg salah padahal aku slalu menuruti perintahnya… uang saku yg aq terima tidak cukup untuk jajan aku tidak pernah protes aku tidak boleh main tidak boleh keluar rumah selain kuliah aku pun menurut jika teman” ku main kerumah aku harus berbohong aku tidak di rumah sehingga teman” tidak ada yang bermain di rumah…. sebenarnya apa gunanya aku di lahirkan… aq ingin mendapat kasih sayang seperti yang lain .aku menangis setiap kali melihat seorang anak di peluk ibunya … aku iri aku ingin…..uang dll aku tidak peduli yg aku harap cuma bisa memiliki ibu yang sayang padaku …. aku merasa dunia ini tidak adill…. semoga kelak jika aku menikah aku punya keluarga yg bahagia aku tidak akan menjadikan buah hatiku merasakan apa yg aku rasakan saat ini.

41 Da { 12.26.15 at 9:25 pm }

Itu semua watak orang tua saya, ibu saya sering membandingkan saya dg sepupu saya, tapi ia meminta saya untuk tidak menirunya, ibu saya selalu mengatai saya bodoh dan tidak pernah membahagiakannya saat saya dapat ranking 2 di tiap semester, orang tua saya kadang mempermalukan saya di depan teman teman saya, itu adalah bagian hidup saya yang paling suram. saya seperti orang bodoh, saya selalu memikirkan kesalahan kesalahan saya, tapi di sisi lain saya juga mengoreksi setiap omelan ibu saya, disaat itulah saya beranggapan bahwa saya ini orang yang paling bodoh dimata ibu saya.

42 Lisa { 02.05.16 at 12:34 am }

Ibu saya sering memarahi saya, hal yang sepele selalu di besar-besarkan dengan masalah jodoh dan kesuksesan dibilangnya pergi dari rumah sanah kalau ada yg suka ya sok tapi gada. Apapun masalahnya selalu berkaitan dengan itu ibu saya seperti terlalu memaksa saya untuk mendapatkan jodoh, saya jadi merasa tidak berguna dan merasa terpuruk dan juga tertekan. Harus bagaimanakah saya ? Kalau ada yg serius sama saya juga saya mau biar ibu saya seneng. Tapi kan jodoh urusan Allah tidah bisa di paksakan dan tidak tau kapan datangnya.

43 Ria { 02.06.16 at 9:15 am }

Aku sering dimarahin mamah ku, apapun itu masalahnya :'( tapi aku mencoba tetap kuat dan sabar entah sampai kapan ..
Bapak ku tidak tau apa yang aku rasakan, dia hanya tau aku udah segede ini dan ketika aku salah mereka membandingkan aku dengan yang lain entah itu adikku, teman, sodara ..
Adilkah hal itu untuk aku ?

44 weny { 02.29.16 at 7:35 pm }

Ak sangat membenci ibu ku krena dri kecil smpai aku besar selalu berbicra ksar,menekan tidak pernah menghargai apapun yang ku berikan semua sampah Di mata nya. Stiap hri dia selalu berteriak membuatku rasa nya ingin mati ..saya sungguh sangat stress tnggal d rmah Dan ingin meninggal kan ibu saya… Saya ingin tidak Di lahirkan oleh wanita seperti dia saya sangat membenci nya

45 Ajeng { 03.23.16 at 7:07 pm }

saya sngt membenci ibu saya .dia slalu aja memarahi saya setiap saat . dulu wktu saya masih duduk dibangku sd saya mengalami pengalaman yg benar2 membuat gati saya sakit ,wktu itu saya pulang kampung kerumah kk saya dijawa ,lalu kk sya menunjukkan sebuah foto ibu saya sedang mencium pipi saya .. setelah itu ibu saya lngsung merebut foto itu lalu merobek2 fto trsbut didpn saya . smnjak wktu itu saya slalu bertanya2 apakan ibu menyayangiku ?? ibu saya juga slalu melihat sisi kurangku kata dia aku sama sekali tdk mempunyai kelebihan satupun .. pdhl sebenarnya saya sngt menyayangi ibuku . tpi dia tidk pernah merasakan rasa syangku kpdanya !! ibuku tdk pernah merasakan apa yg aku rasakan !!

46 #### { 04.06.16 at 5:16 pm }

ibuku selalu membandingkanku dengan orang lain,tidak peduli apa yg aku alami disekolah,tidak peduli dengan kepandaianku,yg dia lakukan hanya menyekolahkanku dan memberiku makan, bahkan temanku tidak pernah mau mendengarkan jika aku bicara jadi, jika aku bicara sama saja aku bicara sama setan, temanku tak peduli denganku. AKU HARUS BAGAIMANA DENGAN HIDUPKU INI…? APAKAH HARUS AKU MENGAKHIRI HIDUPKU…?

47 muhammad nawI { 04.14.16 at 3:09 pm }

. Aq sangat di marahi trus sqma ibu dan bapak q. Tp q ttp tegar menghadapi itu semua… aq j pernah benci ma ibu dan bapak q… Tp q tau di sariat islam it y itu tdk boleh saling membenc di…

48 Anonimus { 04.17.16 at 1:47 am }

Sebenarnya saya ingin sekali menceritakan kejadian kejadian menyenangkan saya kepada kedua orang tua saya… namun mereka sering cuek dan malah mentertawakan saya seolah olah itu adalah lelucan.. namun ketika saya bercerita kepada orang lain. Mereka malah merespon cerita saya dan memberi masukan.. ketika saya bercerita pengalaman kerja saya yang pertama kalinya.. orang tua saya merasa biasa biasa saja.. dan anehnya mereka marah ketika saya update status di bbm.. bagaimana soulisnya.. saya bingung ketika saya haruz bercerita dengan kedua orang tua saya

49 zahra { 05.01.16 at 7:51 pm }

Ini yang membuat saya takut untuk melakukan sesuatu karena orang tua saya terutama ibu saya yang selalu mengatakan tidak dan selalu mengatakan salah dengan apa yang saya lakukan sehingga saya merasa tidak dihargai dan ini juga berdampak saya tidak menghargai seseorang

50 fitri { 05.02.16 at 4:13 pm }

Mengapa orang tua saya selalu berfikir yang negatif tentang saya seperti saya ini anak nakal padahal saya tidak seburuk itu.
Dan orang tua saya tidak selalu mementingkan masalah saya dia hanya mengerti mencari uang dan terus mencari

51 Angela { 06.19.16 at 9:27 pm }

Angel sgt bingung, knp org tua Angel selalu memarahi Angel tanpa sebab yg jelas, dan apa pun yg Angel lakukan selalu salah dimata org tua, mereka selalu salah paham terhadap Angel… Angel bingung hrs bgmna lagi…. tpi Angel juga bersyukur karna Angel msh memiliki kedua org tua, dan Angel selalu yakin apapun yg mereka lakukan itu adalah demi kebaikan Angel sendiri…. karna org tua adalah wakil Tuhan yg ada di dunia ini…. Terima kasih…. God Bless You…

52 Rahmi { 06.26.16 at 7:19 pm }

Semua comment diatas itu jga terjadi pada saya , saya merasa sedih. orangtua saya meminta bantuan kepada sa saya namun saya menlak. Dia merahiku dgan lantang keras.padahal saya tau itu sngat membhyakan bgi saya.aku bingung harus bgaimana,aku tdk betah tnggal drmah. Sbnarnya aku sayang padanya.tp mereka tdk mengerti akan hal itu.aku hanya bisa menangis dan sabar

53 putri { 07.02.16 at 4:23 am }

Saya ada lah anak pertama, tapi kenapa saya selalu tersingkirkan dari orang tua saya. Karna terlalu pelekasih kali sampek-sampek saya di titipkan dengan nenek saya dari kecil sehingga saya dewasa. Setelah itu saya diminta untuk ikut dengan orang tua saya tapi kenapa tiba saya ikut saya jadi bahan ungkitan,dan selalu salah, selalu di tuduh-tuduh yang gk bener..

54 nonik { 07.05.16 at 8:48 pm }

Saya adalah 3 bersaudara, Saya punya seorang kakak dan seorang adik. Saya adalah tipe orang yang pendiam, sedangkan kakak Saya tipe orang yang supel dan cukup banyak bicara, adik Saya masih bayi saat ini. Seringkali Saya merasa orangtua says terutama ibu Saya lebih dekat dengan kakak Saya, karena memang Saya orgnya tdk banyak bicara. Saya Seringkali sedih setiap kali melihat kedekatan mereka, karena Saya tidak bisa sedekat seperti kakak Saya dengan ibu Saya, Saya merasa seperti orang lain dorah Saya, Saya lebih sering berada di kamar bahkan mencari cari tau lwat internet cara agar bisa dekat dengan orang tua kita. Namun tidak ada hasilnya, dan Saya sempat berpikir macan macam mengenai ibu Saya bahwa ia hanya menyayangi kakak Saya, nyatanya ia tidak pernah menanyakan keadaan Saya, sementara Saya sendiri berusaha begitu keras untuk dapat dekst dengan mereka. Saya memang anak yg pendiam tapi apakah Saya tidak layak untuk bisa dekat dengan orsng tua Saya.

55 sherly { 07.11.16 at 12:47 pm }

saya dr kecil selalu dimarahi oleh ibu,apapun yg saya lakukan selalu salah dimatanya.bahkan dr kecil,ibu tidak pernah peduli dengan pendidikan saya.jika ada anak lain yg terlihat lebih baik dari saya,pasti saya akan dibanding2kan dengan anak tersebut.ibu saya juga suka membanding2kan fisik saya dengan org lain,menurut ibu saya hanya anak jelek yg tidak berguna.belum lagi ayah yg selalu melampiaskan kemarahannya kepada saya,bahkan ayah tidak segan2 untuk memukul saya.karna perlakuan dari mereka,saya tumbuh menjadi anak pendiam,saya terlalu takut untuk berteman.jika saya melakukan kesalahan,ibu taakan segan untuk memarahi saya dan berkata kasar,ia juga selalu menceritakan keburukan saya terhadap org lain.dulu saya sempat ingin membuat ibu bangga,saya berusaha supaya nilai un saya memuaskan.ketika nilai un saya telah keluar,saya cukup puas dengan nilai tersebut dengan nilai tersebut saya bisa masuk diSMA favorit,tp karna teman saya nilainya lebih baik dr saya.ibu malah membanding2kan saya dgn tmn saya,dia bilang saya anak yg tidak punya kelebihan.karna saking kesalnya perjuangan saya tidak dihargai,saya memabantah semua perkataan ibu saya,saya terus menjawab semua perkataan ibu.lalu ayah datang langsung memukul saya berkali2,lalu ibu bilang pada orang2 bahwa aku adalah anak durhaka yg suka melawan.semenjak itu aku membenci ibuku,aku lebih memilih dipukul ayah berkali2 daripada harus mendengarkan hujatan dr ibu

56 Nikita { 07.11.16 at 10:49 pm }

Semua komentar kalian sama seperti jlan kehidupan saya, sampai-sampai ibu saya bilang udah gak mau lagi urus dengan kehidupan saya, dari kemarin sampai saat ini slalu kepikiran sampai-sampai terus menangis tanpas henti :'(

Leave a Comment