Portal Anda Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Diri
Random header image... Refresh for more!

9 Kesalahan Tentang Uang Yang Harus Dihindari

uang

Foto oleh andiona

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita hidup dan dibentuk dari kebiasaan (perilaku-perilaku yang kita lakukan secara berulang-ulang). Begitu juga dengan kehidupan keuangan anda. Kehidupan keuangan anda saat ini, adalah akibat dari perilaku-perilaku yang anda lakukan secara berulang-ulang. Saya disini berbicara tentang kehidupan keuangan yang negatif. Padahal kehidupan keuangan mempunyai dampak yang luar biasa besar terhadap kehidupan anda secara keseluruhan. Banyak sekali orang terperangkap dalam kesalahan-kesalahan keuangan yang sama.

Berita baiknya, jika anda dapat mengenali dan mengeliminasi kesalahan-kesalahan ini, hal tersebut adalah langkah pertama menuju kemandirian keuangan anda.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan dalam keuangan yang perlu anda hindari :

1. Pengeluaran Berdasarkan Kata Hati

Sumber hutang pribadi terbesar adalah pengeluaran yang melebihi hal-hal yang anda butuhkan. Jangan pergi berbelanja jika anda sedang merasa bosan di rumah, sebab anda akan membeli barang-barang yang sebetulnya tidak anda butuhkan / jarang anda pergunakan. Jika anda mempunyai kecendrungan untuk selalu menuruti kata hati anda, cobalah untuk membuat rencana yang matang terhadap barang-barang yang memang perlu anda beli dan barang-barang yang perlu anda hindari. Jika anda betul-betul menginginkan sesuatu, anda dapat kembali di lain hari – intinya bersabarlah ketika berbelanja.

2. Tergoda oleh Teknik-Teknik Para Penjual

Perusahaan-perusahaan besar mencoba banyak trik untuk mengajak kita membeli barang-barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan. Ya, itulah marketing. Sebagai contoh, jangan tergoda oleh barang-barang yang di-discount sampai dengan 70%; bukan karena barang tersebut sedang sale lalu anda berpikiran harga tersebut adalah harga yang sangat bagus dan anda perlu membelinya. Jangan tergoda oleh promosi membeli 2 gratis 1; sebaliknya lihatlah barang-barang yang anda miliki saat ini, mulailah menghitung berapa banyak dari barang-barang tersebut yang jarang anda pergunakan.
Jika anda merasa tidak nyaman oleh perilaku para salesman, pergilah menjauh segera – Jika anda betul-betul menginginkan barang tersebut, anda bisa datang lagi suatu saat.

3. Tidak Pernah Mengecek Harga yang Lebih Murah

Untuk item-item tertentu seperti asuransi atau hipotek misalnya, perusahan-perusahaan mengambil keuntungan dari loyalitas konsumen dengan memberikan harga yang tinggi. Keengganan konsumen untuk berpindah ke perusahaan lain ini dalam bahasa inggris disebut customer inertia. Sebagai contoh, orang-orang berpikir terlalu banyak birokrasi yang harus mereka lewati jika ingin memindahkan hipoteknya. Padahal jika mereka mau menjalani proses tersebut, yaitu berpindah ke perusahaan hipotek lain yang lebih murah, mereka akan menghemat jumlah uang yang cukup besar. Saya mengambil sebuah perumpamaan : jika anda pergi berbelanja, maukah anda membeli sebuah barang yang sebetulnya mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda, namun memiliki harga 20% lebih mahal?

4. Tidak Memiliki Rencana Dalam Menabung

Memang benar jika di usia 20-an sulit bagi anda untuk menabung, karena biasanya anda telah lepas dari tanggung jawab orang tua dan penghasilan anda habis untuk keperluan hidup sehari-hari. Anda baru bisa mulai menabung setelah penghasilan anda dirasakan cukup. Namun jika saat itu datang, anda menemukan diri anda telah menginjak usia 50-an tanpa tabungan sama sekali.
Menabung memerlukan suatu sikap paksaan pada diri sendiri. Jika anda memaksakan untuk menabung sejak usia dini meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, hal tersebut lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan, dan anda akan lebih produktif kelak. Kondisi keuangan anda pun dijamin akan jauh lebih baik di masa mendatang.
Paksakan minimal 10% dari penghasilan anda disisihkan untuk ditabung.

5. Menjadikan Kekayaan Sebagai Tujuan Hidup

Banyak para milyuner yang memiliki sifat tidak pernah puas. Mereka selalu menginginkan lebih dan lebih. Hal yang paling menyakitkan mereka adalah jika mereka harus membelanjakan uangnya.
Uang dan kekayaan bukanlah suatu hal yang buruk, namun mereka akan menjadi seperti itu jika kita mencintainya melebihi apapun didalam hidup. Hidup bukan hanya tentang mengumpulkan uang, anda perlu menjaga keseimbangan antara uang dan aspek-aspek kehidupan anda yang lain.
Di dalam www.menggapai-impian.com, saya memberikan bonus eBook : Sukses Melatih Keseimbangan Dalam Hidup.

6. Membiarkan Uang Merusak Persahabatan

Suatu kesalahan besar jika anda bergantung pada sahabat anda untuk menyelesaikan masalah keuangan yang anda hadapi, apalagi jika anda membuatnya menjadi sebuah kebiasaan. Banyak kasus persahabatan yang hancur hanya gara-gara masalah uang. Jangan nodai persahabatan yang telah anda bangun dengan susah payah dengan urusan pinjam meminjam uang.

7. Tidak Memiliki Catatan Atas Keuangan Anda

Banyak orang tidak mengetahui seberapa banyak uang yang sudah mereka belanjakan atau hutang yang mereka miliki; yang mereka sadari adalah dompet mereka sudah kosong di akhir bulan. Ada baiknya jika anda mulai mencatat pengeluaran-pengeluaran anda sehingga anda bisa lebih mengontrol lagi pos-pos mana yang perlu dihemat.
Kondisi keuangan yang baik dimulai dengan menyadari kondisi keuangan anda saat ini.

8. Memperoleh Penilaian Kredit yang Merugikan

Telat dalam membayar pinjaman ke bank akan membuat anda terkena bunga dan denda, namun sebetulnya masalah yang lebih utama adalah anda akan terkena dampak yang merugikan terhadap penilaian kredit anda (credit rating). Akibatnya anda akan lebih sulit dalam memperoleh kredit di masa mendatang dan hal ini sangat mahal harganya, karena menyangkut nama baik anda.
Saya memiliki seorang rekan yang telah di-blacklist oleh salah satu bank penyedia kartu kredit. Ia saat ini kesulitan mengajukan kredit pemilikian rumah (KPR) ke bank manapun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bank-bank memiliki jaringan yang kuat satu sama lain, sehingga jika anda di-blacklist oleh salah satu bank, maka nama anda akan disebarkan ke bank-bank lainnya.
Sebisa mungkin hindari telat membayar kredit apalagi tidak membayar sama sekali. Jika anda memang mengalami kesulitan, cobalah untuk datang baik-baik ke bank bersangkutan untuk membicarakan masalah keuangan anda.

9. Meminjam Uang Dengan Bunga Yang Tinggi

Jika anda terpaksa meminjam uang ke instansi keuangan, pastikan bahwa anda telah mendapatkan bunga yang terbaik atau rendah. Hindari meminjam uang dengan bunga diatas 17%, apalagi pinjaman dari kartu kredit.

Oke, semoga tips keuangan diatas bermanfaat untuk Anda.

March 24, 2010   1 Comment

Bagaimana Mengatasi Kekhawatiran di Tengah Krisis Ekonomi?

takut dan khawatir

Foto oleh ia7mad

Krisis ekonomi yang bermula dari Amerika Serikat dan sekarang melanda dengan cepat ke seluruh dunia memang sangat mengkhawatirkan sebagian besar orang. Banyak perusahaan yang gulung tikar, tidak terkecuali perusahaan-perusahaan berkaliber dunia, seperti Northern Rock, Fannie Mae dan Lehman Brothers.

Bagaimana kita harus bersikap menghadapi krisis ekonomi global ini? Saya sendiri memilih untuk tidak menghamburkan energi saya dengan memikirkan hal tersebut terlalu dalam. Saya menyadari jika saya fokus pada ketakutan atau kekhawatiran saya, maka saya akan merasakan ketakutan yang lebih mendalam lagi. Saya lebih memfokuskan energi saya pada hal-hal yang bisa meningkatkan produktivitas diri.

Sebelum saya membagi pada Anda bagaimana kita harus bersikap, ada 2 hal yang perlu diperhatikan :
Pertama, ketahuilah bahwa ada banyak hal yang diluar kekuasaan kita, maksud saya adalah kita tidak bisa melakukan apapun untuk merubah hal tersebut, contohnya saja : cuaca, masa lalu, orang lain dan situasi ekonomi. Biasanya kekhawatiran atau ketakutan muncul karena kita terlalu memikirkan hal-hal tersebut. Coba anda ingat-ingat lagi kejadian terakhir yang membuat anda merasa khawatir. Apakah kejadian tersebut diluar kekuasaan anda?
Kedua, ketahuilah bahwa kita selalu mempunyai pilihan, saya tegaskan sekali lagi disini: kita selalu mempunyai pilihan. Kita mungkin merasa kita tidak mempunyai pilihan, tetapi yang sebetulnya terjadi adalah kita tidak ingin menghadapi pilihan karena biasanya faktor harga diri atau tidak mau susah.

Baiklah, berikut ini adalah beberapa tips bagaimana kita harus bersikap :

1. Fokuslah pada hal-hal yang bisa anda kendalikan

Ketahuilah bahwa tubuh dan pikiran anda adalah sesuatu yang bisa anda kendalikan. Anda dapat memilih untuk memfokuskan energi pada hal-hal yang lebih bermanfaat untuk anda, contohnya : anda dapat memilih untuk lebih memikirkan kesehatan anda daripada hanya stress memikirkan kondisi ekonomi yang memburuk.

2 . Kurangilah mengkonsumi berita

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa membaca koran atau menonton berita di TV tidak penting. Maksud saya begini, coba anda ingat-ingat kapan terakhir anda membaca atau menonton berita yang mengangkat semangat anda atau bercerita tentang kedamaian. Menurut pengalaman saya jarang sekali terjadi, apalagi berita tersebut diletakkan di halaman depan, rasanya tidak mungkin, karena berita semacam itu tidaklah ‘menjual’. Berita yang ‘menjual’ adalah berita yang berisi konflik, perang, gosip, penderitaan dan ketakutan, karena memang berita semacam itulah yang dapat dengan cepat mempengaruhi emosi kita. Perusahaan media massa memang harus melakukan strategi semacam itu, karena itulah nilai jualnya, jika tidak mereka akan bangkrut.
Mengurangi konsumsi berita sangat penting untuk menjauhkan kita dari rasa khawatir dan takut. Saya sendiri sudah mengurangi membaca koran dan menonton TV, hanya berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan saya dan hiburan (humor).

3. Bersyukur

Coba anda renungkan pertanyaan ini. Apa hal terpenting dalam hidup anda? Untuk hal-hal apa saja anda berterima kasih? Siapa saja yang anda cintai? Lebih bagus anda bisa menuliskannya diatas kertas, tutup mata anda dan bayangkanlah jawabannya. Rasakanlah perasaan syukur tersebut. Lakukan hal ini secara rutin.
Saran saja, akan jauh lebih baik jika anda bisa lebih mensyukuri hal-hal yang bersifat non materi. Saya pribadi menyadari bahwa hal-hal non materi jauh lebih penting dibandingkan materi, seperti kesehatan dan hubungan, karena kalaupun saya kehilangan materi tetapi dengan kesehatan dan hubungan yang baik, saya bisa meraihnya kembali.

4. Berhentilah menyebarkan kekhawatiran atau ketakutan

Maksud tulisan diatas adalah berhentilah mengeluh tentang ekonomi yang sulit, berhentilah menyebarkan berita tentang krisis tersebut pada teman-teman anda dan berhentilah berbicara tentang krisis. Mulailah melakukan tindakan-tindakan yang dapat anda kendalikan. Andaikata kebutuhan dasar anda sedang terancam saat ini (seperti : kehilangan pekerjaan atau tempat tinggal), ambil tindakan segera dan secara besar-besaran, seperti mengirimkan surat lamaran ke banyak perusahaan, menghubungi teman-teman anda untuk menanyakan lowongan kerja, mencari-cari di internet tentang pekerjaan, dsb. Pokoknya apapun yang bisa anda lakukan, lakukanlah semua dengan segera dan pantang menyerah.

5. Segala sesuatu akan berbalik ke asalnya

Anda tidak sendiri. Semua menghadapi masalah yang sama. Sejarah telah membuktikan bahwa segala sesuatu akan berbalik ke asalnya, seperti krisis ekonomi Indonesia tahun 1997. Ekonomi Indonesia saat ini telah jauh lebih baik dibandingkan sebelum tahun 1997. Meskipun tetap dampak krisis ekonomi dunia tetap terasa di negara kita. Saya pribadi optimis bahwa krisis ini akan berhasil dilewati. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah bertahan dan ambil semua tindakan yang diperlukan, seperti memperketat pengeluaran, meningkatkan produktivitas kerja dsb.

6. Perkuat aset anda

Sehubungan dengan hal-hal yang dapat kita kendalikan seperti yang telah saya jelaskan diatas, saat krisis adalah saat yang paling tepat kita meningkatkan kemampuan diri kita. Lihatlah segala hal yang bisa kita pelajari untuk menambah kemampuan (skill) kita. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Percayalah ketika krisis ini berakhir, anda akan lebih siap dalam menghadapi tantangan ke depan.

7. Menyiapkan dana cadangan

Bagi anda yang saat ini tidak sedang bertarung untuk memenuhi kebutuhan dasar anda, prioritaskan untuk memiliki dana cadangan. Bukan berarti karena kita saat ini sedang dalam krisis, tidak penting membentuk dana cadangan. Persiapan tetap harus kita lakukan untuk menghadapi segala kemungkinan setelah krisis ini berlalu. Kebiasaan menabung harus kita galakkan sepanjang hidup kita. Percayalah anda akan menuai hasilnya suatu saat nanti.

8. Fokuslah pada hal-hal yang menguntungkan anda

Jangan berfokus pada hal-hal negatif yang menimpa anda seperti : pemotongan gaji, tidak mendapatkan bonus, omzet penjualan yang menurun dsb. Fokuslah pada hal-hal yang bisa menguntungkan anda, seperti misalkan :
- Harga bensin yang turun
- Harga saham yang rendah
Saya sendiri bukan pemain saham, saya hanya ingin berbagi dari artikel Warren Buffet yang saya baca. Beliau mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli saham. Mudah-mudahan bermanfaat.
- Mengurangi konsumsi dan berjalan-jalan akan mempunyai efek memperbaiki mental boros kita. :)

9. Pilihlah untuk berbahagia

Memilih untuk berbahagia bukan berarti kita tidak peduli terhadap masalah-masalah di sekeliling kita ataupun memaksakan senyum di wajah kita, akan tetapi kita berfokus pada hal-hal indah yang dapat memberikan kita kesenangan, membuat kita tersenyum dan berterima kasih atas kehidupan ini, sebagai contoh : anda dapat bermain-main dengan anak anda, pergi mendaki gunung, memancing dsb. Anda bisa membaca juga artikel saya sebelum ini : 9 tips untuk hidup lebih bahagia.
Ketahuilah bahwa setiap hari kita dikelilingi oleh hal-hal yang dapat membuat kita bahagia. Seperti halnya ketakutan dan kekhawatiran, menikmati kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Manakah yang akan anda pilih? Kekhawatiran atau kebahagiaan?

February 10, 2009   8 Comments