3 Cara Jitu Memupuk Ketabahan

Foto oleh laurielabar
Bagaimana seseorang dapat memupuk sifat ketabahan? Bagaimana orang tabah menghadapi segala kemungkinan, sementara orang lain mudah putus asa apabila mengalami masalah.
Berikut adalah 3 cara jitu yang sangat direkomendasikan untuk memupuk ketabahan :
1. Fokuslah Pada Hasil Akhir yang Sukses
Apabila anda jatuh tersungkur dan tak seorang pun dari kawan-kawan anda yang dapat dimintai tolong, siapa lagikah yang dapat membantu anda? Jawabannya adalah pikiran anda sendiri.
Ya, pikiranlah satu-satunya yang mampu membuat anda keluar dari lembah kekecewaan. Bukan sahabat, bukan orang tua, dan bukan juga pasangan anda. Mereka semua hanya memberi motivasi tetapi hanya pikiran anda saja yang dapat membantu anda di saat demikian. Jika pikiran tidak ‘melihat’ hasil akhir yang sukses, anda akan kehilangan semangat untuk terus berjuang (bayangan kesuksesan di masa depan akan memotivasi, jika tidak anda cenderung putus asa-kalah). Kebanyakan orang apabila gagal maka mereka akan putus asa, bukan saja dari segi materi tetapi juga dari segi kejiwaan. Disinilah bahayanya.
Kebanyakan orang membiarkan hasil yang diperoleh sekarang menghantui pikiran mereka. Misalkan keadaan anda sekarang ‘tidak bagus’. Jika menggunakan keadaan ‘tidak bagus’ sebagai landasan bagi pikiran, anda akan menghasilkan ‘kesadaran tidak bagus’ dalam pikiran. Jika ‘kesadaran tidak bagus’ senantiasa disalurkan dalam ke pikiran, ia akan berangsur-angsur meresap ke pikiran bawah sadar dan saat itulah anda terperangkap.
Itulah mengapa ada ungkapan, ”kendalikan pikiranmu, kamu dapat berbuat apa saja dengannya.”
2. Kelilingi Diri Anda dengan Hal-hal yang Positif
Memiliki hal-hal positif di sekililing anda akan sangat membantu anda memupuk ketabahan. Hal-hal positif dapat berupa :
- Berdoa
- Mendengarkan kaset motivasi
- Memasang gambar/poster positif
- Membaca buku-buku positif
- Mendekorasi kamar tidur anda dengan suasana positif
- Bergaul dengan orang-orang positif
3. Jauhkan dari Kekhawatiran yang Sebetulnya Tidak Ada
Katakanlah ketika usaha anda gagal. Anda telah kehilangan banyak uang dan berhutang sehingga tidak punya uang untuk membayarnya. Itu suatu masalah besar! Anda juga dirundung masalah lain yang memusingkan, misalnya : apa kata orang lain tentang anda, apa penafsiran mereka, apa kata tetangga, apa kata orang tua, dsb. Semua ini menjadi masalah, atau sekurang-kurangnya itulah yang anda pikirkan.
Jika kita mengkaji lebih dalam, umumnya masalah yang mengganggu sebenarnya tidak ada. Sebenarnya tidak ada yang memikirkan kita. Kebanyakan mereka hanya memikirkan diri sendiri. Kebanyakan orang tidak mempunyai waktu untuk memikirkan kita.
Satu kajian terbaru mengatakan : 93% dari masalah yang anda khawatirkan sebenarnya tidak ada. Hanya 7% saja yang terjadi. Dari masalah yang ada tersebut sebagian besar tidak bisa kita kendalikan, seperti krisis ekonomi, kestabilan politik dsb. Jadi untuk apa kita khawatir terhadap hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan?
***
Bagi anda yang baru pertama kali berkunjung dan ingin berlangganan artikel blog ini lewat email, anda bisa luangkan waktu 15 detik saja dengan meng-klik disini (100% SPAM Free dan anda bisa berhenti berlangganan kapanpun).
April 19, 2009 10 Comments
101 Pertanyaan Hebat Untuk Membuat Hidup Anda Luar Biasa

Foto oleh Kevvity
Anthony Robbins pernah mengatakan dalam salah satu bukunya bahwa berpikir sebetulnya adalah proses bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Beliau kemudian menambahkan bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka yang selalu bertanya pada dirinya sendiri.
Berikut adalah 101 pertanyaan untuk membuat hidup anda luar biasa :
1. Apa yang saya inginkan?
2. Untuk hal-hal apa saja saya berterima kasih?
3. Apakah yang hilang dalam hidup saya?
4. Apakah saya melihat hal-hal baru di dunia ini setiap hari?
5. Apakah saya menyediakan sedikit waktu untuk mendengarkan orang lain?
6. Apakah saya cukup bersenang-senang?
7. Bagaimana saya menjadikan hidup ini lebih ceria?
8. Apa yang saya inginkan lebih dalam hidup?
9. Apa yang tidak terlalu saya inginkan dalam hidup?
10. Apakah saya selalu mencari peluang-peluang?
11. Apakah saya menangkap peluang-peluang yang ada?
12. Apakah saya mempunyai pikiran yang terbuka?
13. Apakah saya cukup fleksibel?
14. Apakah saya cepat menghakimi orang lain?
15. Apakah saya selalu memperhitungkan resiko?
16. Apakah saya tulus memuji orang lain?
17. Apakah saya menghargai apa yang orang lain lakukan untuk saya?
18. Ke tempat mana sajakah saya ingin pergi?
19. Siapa sajakah orang yang ingin saya jumpai?
20. Petualangan apa sajakah yang ingin saya ikuti?
21. Apakah saya peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya?
22. Apakah saya cepat tersinggung?
23. Apakah yang membuat saya bahagia?
24. Adakah hal yang saya tunda?
25. Apakah saya selalu memikirkan diri sendiri?
26. Apakah saya suka menyimpan dendam?
27. Apakah saya selalu mengingat-ngingat masa lalu?
28. Apakah saya membiarkan pikiran negatif orang lain mempengaruhi saya?
29. Apakah saya bisa memaafkan diri sendiri?
30. Apakah saya cukup sering tersenyum?
31. Apakah saya cukup sering tertawa?
32. Apakah saya mengelilingi diri saya dengan orang-orang positif?
33. Apakah saya orang yang positif?
34. Apakah saya menyediakan cukup waktu untuk merawat diri?
35. Apakah ambisi rahasia saya?
36. Apakah yang ingin orang-orang ingat tentang saya di akhir hidup nanti?
37. Apakah arti sukses untuk saya?
38. Bagaimana saya dapat memberi arti bagi hidup orang lain?
39. Bagaimana saya dapat melayani sesama?
40. Hal apakah yang dapat saya lakukan lebih baik dibandingkan orang lain?
41. Apakah 3 kekuatan terbesar saya?
42. Apakah saya bergerak menuju ke pencapaian mimpi-mimpi saya?
43. Apakah saya menceritakan pada orang lain apa yang sungguh-sungguh saya inginkan dalam hidup?
44. Seperti apakah rupa hari yang indah menurut saya?
45. Ingin seperti apakah anda 1 tahun lagi? 5 tahun lagi? 10 tahun lagi? 20 tahun lagi?
46. Seperti apakah bentuk lingkungan untuk hidup yang baik menurut saya?
47. Apakah yang ingin saya perbuat jika saya tidak mempunyai rasa takut?
48. Apakah yang ingin saya perbuat jika uang bukanlah hal yang penting?
49. Alasan-alasan apa sajakah yang sering saya ucapkan?
50. Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sehari-hari?
51. Apakah saya berada di jalan yang benar?
52. Apakah saya meyayangi diri sendiri?
53. Apakah saya baik pada orang lain?
54. Apakah saya mengambil sesuatu tanpa imbalan?
55. Apakah saya sedang melakukan hal yang paling penting saat ini?
56. Apakah ada hal-hal dalam hidup yang perlu saya beri perhatian lebih?
57. Apakah saya sudah menggunakan waktu saya dengan sebaik-baiknya?
58. Apakah yang bisa saya lakukan saat ini yang dapat membuat perbedaan terbesar dalam hidup?
59. Apakah yang sedang saya hindari?
60. Hal-hal apa sajakah yang saya bisa bertoleransi?
61. Apakah saya membuat tujuan-tujuan yang jelas dengan batas waktu pencapaiannya?
62. Apakah saya memegang janji-janji yang telah saya buat pada diri sendiri?
63. Apakah saya memegang janji-janji yang telah saya buat pada orang lain?
64. Jika saya ingin kehidupan saya sempurna, apakah yang harus saya rubah?
65. Apakah yang sedang saya cari sungguh-sungguh saat ini?
66. Bagaimana saya membuat hidup saya lebih sederhana?
67. Kegiatan apa saja yang saya lakukan tetapi saya tidak menikmatinya? Apakah kegiatan tersebut sungguh-sungguh harus dilakukan? Dapatkan saya mendelegasikannya atau membayar orang lain untuk melakukan itu?
68. Apakah saya melihat diri saya sebagai seorang yang cukup kreatif?
69. Apakah saya membiarkan diri saya untuk menjadi orang yang kreatif?
70. Dapatkah saya menjadi seseorang yang spontan?
71. Apakah saya terlalu kritis pada diri sendiri?
72. Apakah saya terlalu kritis pada orang lain?
73. Apakah saya dapat melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda?
74. Hal-hal apa sajakah yang telah saya selesaikan?
75. Hal-hal apa sajakah yang menjadi sumber stress dalam hidup?
76. Bagaimana saya dapat mengurangi stress dalam hidup?
77. Kemana sajakah uang saya dipergunakan?
78. Bisakah saya mengelola keuangan saya?
79. Punyakah saya rencana keuangan untuk masa depan?
80. Untuk apa sajakah waktu saya dipergunakan?
81. Sudahkah saya membuat sistim pengelolaan waktu yang efisien?
82. Apakah 3 prioritas terbesar saya dalam hidup?
83. Siapakah orang terpenting dalam hidup saya?
84. Siapakah yang mencintai saya?
85. Siapakah yang peduli kepada saya?
86. Untuk siapakah anda bekerja keras?
87. Apakah tempat tinggal dan lingkungan kerja saya telah diatur sedemikian rupa sehingga memberi kenyamanan pada saya?
88. Apakah saya mempunyai pola hidup yang sehat?
89. Apakah saya sering terbawa emosi?
90. Apakah saya dapat melupakan kesalahan-kesalahan yang telah saya buat di masa lalu?
91. Apakah saya mengijinkan diri saya untuk melakukan kegagalan?
92. Apakah saya mempelajari kegagalan-kegagalan saya?
93. Apakah saya cepat menanggapi ketika sesuatu berjalan tidak semestinya?
94. Apakah keyakinan-keyakinan saya telah bekerja dengan baik?
95. Apakah saya melonggarkan aturan-aturan yang telah saya buat untuk diri sendiri dan orang lain?
96. Apakah impian masa kecil saya yang terlupakan?
97. Siapa sajakah idola/tokoh yang saya tiru?
98. Apakah saya asli? Apakah saya menjadi diri saya sendiri atau sedang mencoba menjadi seseorang yang lain?
99. Bagaimana jika …?
100. Mengapa tidak …?
101. Bagaimana saya dapat …?
Pertanyaan manakah yang membuat anda paling tersentuh? Silahkan sharing kan disini, atau
Jika anda memiliki pertanyaan refleksi yang lain juga bisa disharingkan disini.
February 18, 2009 43 Comments
Bagaimana Mengatasi Kekhawatiran di Tengah Krisis Ekonomi?

Foto oleh ia7mad
Krisis ekonomi yang bermula dari Amerika Serikat dan sekarang melanda dengan cepat ke seluruh dunia memang sangat mengkhawatirkan sebagian besar orang. Banyak perusahaan yang gulung tikar, tidak terkecuali perusahaan-perusahaan berkaliber dunia, seperti Northern Rock, Fannie Mae dan Lehman Brothers.
Bagaimana kita harus bersikap menghadapi krisis ekonomi global ini? Saya sendiri memilih untuk tidak menghamburkan energi saya dengan memikirkan hal tersebut terlalu dalam. Saya menyadari jika saya fokus pada ketakutan atau kekhawatiran saya, maka saya akan merasakan ketakutan yang lebih mendalam lagi. Saya lebih memfokuskan energi saya pada hal-hal yang bisa meningkatkan produktivitas diri.
Sebelum saya membagi pada Anda bagaimana kita harus bersikap, ada 2 hal yang perlu diperhatikan :
Pertama, ketahuilah bahwa ada banyak hal yang diluar kekuasaan kita, maksud saya adalah kita tidak bisa melakukan apapun untuk merubah hal tersebut, contohnya saja : cuaca, masa lalu, orang lain dan situasi ekonomi. Biasanya kekhawatiran atau ketakutan muncul karena kita terlalu memikirkan hal-hal tersebut. Coba anda ingat-ingat lagi kejadian terakhir yang membuat anda merasa khawatir. Apakah kejadian tersebut diluar kekuasaan anda?
Kedua, ketahuilah bahwa kita selalu mempunyai pilihan, saya tegaskan sekali lagi disini: kita selalu mempunyai pilihan. Kita mungkin merasa kita tidak mempunyai pilihan, tetapi yang sebetulnya terjadi adalah kita tidak ingin menghadapi pilihan karena biasanya faktor harga diri atau tidak mau susah.
Baiklah, berikut ini adalah beberapa tips bagaimana kita harus bersikap :
1. Fokuslah pada hal-hal yang bisa anda kendalikan
Ketahuilah bahwa tubuh dan pikiran anda adalah sesuatu yang bisa anda kendalikan. Anda dapat memilih untuk memfokuskan energi pada hal-hal yang lebih bermanfaat untuk anda, contohnya : anda dapat memilih untuk lebih memikirkan kesehatan anda daripada hanya stress memikirkan kondisi ekonomi yang memburuk.
2 . Kurangilah mengkonsumi berita
Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa membaca koran atau menonton berita di TV tidak penting. Maksud saya begini, coba anda ingat-ingat kapan terakhir anda membaca atau menonton berita yang mengangkat semangat anda atau bercerita tentang kedamaian. Menurut pengalaman saya jarang sekali terjadi, apalagi berita tersebut diletakkan di halaman depan, rasanya tidak mungkin, karena berita semacam itu tidaklah ‘menjual’. Berita yang ‘menjual’ adalah berita yang berisi konflik, perang, gosip, penderitaan dan ketakutan, karena memang berita semacam itulah yang dapat dengan cepat mempengaruhi emosi kita. Perusahaan media massa memang harus melakukan strategi semacam itu, karena itulah nilai jualnya, jika tidak mereka akan bangkrut.
Mengurangi konsumsi berita sangat penting untuk menjauhkan kita dari rasa khawatir dan takut. Saya sendiri sudah mengurangi membaca koran dan menonton TV, hanya berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan saya dan hiburan (humor).
3. Bersyukur
Coba anda renungkan pertanyaan ini. Apa hal terpenting dalam hidup anda? Untuk hal-hal apa saja anda berterima kasih? Siapa saja yang anda cintai? Lebih bagus anda bisa menuliskannya diatas kertas, tutup mata anda dan bayangkanlah jawabannya. Rasakanlah perasaan syukur tersebut. Lakukan hal ini secara rutin.
Saran saja, akan jauh lebih baik jika anda bisa lebih mensyukuri hal-hal yang bersifat non materi. Saya pribadi menyadari bahwa hal-hal non materi jauh lebih penting dibandingkan materi, seperti kesehatan dan hubungan, karena kalaupun saya kehilangan materi tetapi dengan kesehatan dan hubungan yang baik, saya bisa meraihnya kembali.
4. Berhentilah menyebarkan kekhawatiran atau ketakutan
Maksud tulisan diatas adalah berhentilah mengeluh tentang ekonomi yang sulit, berhentilah menyebarkan berita tentang krisis tersebut pada teman-teman anda dan berhentilah berbicara tentang krisis. Mulailah melakukan tindakan-tindakan yang dapat anda kendalikan. Andaikata kebutuhan dasar anda sedang terancam saat ini (seperti : kehilangan pekerjaan atau tempat tinggal), ambil tindakan segera dan secara besar-besaran, seperti mengirimkan surat lamaran ke banyak perusahaan, menghubungi teman-teman anda untuk menanyakan lowongan kerja, mencari-cari di internet tentang pekerjaan, dsb. Pokoknya apapun yang bisa anda lakukan, lakukanlah semua dengan segera dan pantang menyerah.
5. Segala sesuatu akan berbalik ke asalnya
Anda tidak sendiri. Semua menghadapi masalah yang sama. Sejarah telah membuktikan bahwa segala sesuatu akan berbalik ke asalnya, seperti krisis ekonomi Indonesia tahun 1997. Ekonomi Indonesia saat ini telah jauh lebih baik dibandingkan sebelum tahun 1997. Meskipun tetap dampak krisis ekonomi dunia tetap terasa di negara kita. Saya pribadi optimis bahwa krisis ini akan berhasil dilewati. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah bertahan dan ambil semua tindakan yang diperlukan, seperti memperketat pengeluaran, meningkatkan produktivitas kerja dsb.
6. Perkuat aset anda
Sehubungan dengan hal-hal yang dapat kita kendalikan seperti yang telah saya jelaskan diatas, saat krisis adalah saat yang paling tepat kita meningkatkan kemampuan diri kita. Lihatlah segala hal yang bisa kita pelajari untuk menambah kemampuan (skill) kita. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Percayalah ketika krisis ini berakhir, anda akan lebih siap dalam menghadapi tantangan ke depan.
7. Menyiapkan dana cadangan
Bagi anda yang saat ini tidak sedang bertarung untuk memenuhi kebutuhan dasar anda, prioritaskan untuk memiliki dana cadangan. Bukan berarti karena kita saat ini sedang dalam krisis, tidak penting membentuk dana cadangan. Persiapan tetap harus kita lakukan untuk menghadapi segala kemungkinan setelah krisis ini berlalu. Kebiasaan menabung harus kita galakkan sepanjang hidup kita. Percayalah anda akan menuai hasilnya suatu saat nanti.
8. Fokuslah pada hal-hal yang menguntungkan anda
Jangan berfokus pada hal-hal negatif yang menimpa anda seperti : pemotongan gaji, tidak mendapatkan bonus, omzet penjualan yang menurun dsb. Fokuslah pada hal-hal yang bisa menguntungkan anda, seperti misalkan :
- Harga bensin yang turun
- Harga saham yang rendah
Saya sendiri bukan pemain saham, saya hanya ingin berbagi dari artikel Warren Buffet yang saya baca. Beliau mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli saham. Mudah-mudahan bermanfaat.
- Mengurangi konsumsi dan berjalan-jalan akan mempunyai efek memperbaiki mental boros kita.
9. Pilihlah untuk berbahagia
Memilih untuk berbahagia bukan berarti kita tidak peduli terhadap masalah-masalah di sekeliling kita ataupun memaksakan senyum di wajah kita, akan tetapi kita berfokus pada hal-hal indah yang dapat memberikan kita kesenangan, membuat kita tersenyum dan berterima kasih atas kehidupan ini, sebagai contoh : anda dapat bermain-main dengan anak anda, pergi mendaki gunung, memancing dsb. Anda bisa membaca juga artikel saya sebelum ini : 9 tips untuk hidup lebih bahagia.
Ketahuilah bahwa setiap hari kita dikelilingi oleh hal-hal yang dapat membuat kita bahagia. Seperti halnya ketakutan dan kekhawatiran, menikmati kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Manakah yang akan anda pilih? Kekhawatiran atau kebahagiaan?
February 10, 2009 8 Comments
