Portal Anda Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Diri
Random header image... Refresh for more!

Efek Negatif Mengumpulkan Barang-Barang Tidak Berguna

barang tidak berguna

Foto oleh gemgirlart

Inilah salah satu kebiasaan buruk sebagian besar orang : mengumpulkan barang-barang yang sebetulnya sudah tidak diperlukan lagi.

Pernahkah anda masuk ke sebuah rumah dengan banyak tumpukan barang dimana-mana? Buku, koran, kardus, maupun kantong plastik dengan isi yang tidak jelas memenuhi ruangan dalam rumah tersebut. Atau mungkin anda pernah berkunjung ke salah satu kos teman anda dengan kondisi yang sama, sehingga untuk duduk pun anda rasanya sulit?
Apakah yang anda rasakan saat itu? Saya yakin anda akan merasakan ketidaknyamanan.

Atau anda justru termasuk ke dalam kelompok pengumpul barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi? Jika memang demikian, saya sangat menyarankan anda untuk segera melakukan perubahan.
Kenapa? Karena mengumpulkan barang-barang yang tidak diperlukan lagi hanya akan membuat rumah, pikiran dan kehidupan anda berantakan. Rumah yang tak teratur merupakan simbol dari pemikiran yang tak teratur. Barang-barang tersebut akan mengganggu anda secara emosional dan anda semakin berpikiran semrawut.

Saya pernah mengunjungi salah satu rumah kawan saya, yang kebetulan berlangganan koran. Di salah satu sudut rumahnya saya melihat tumpukan koran yang tingginya sudah mencapai langit-langit. Saya bertanya kepadanya untuk apa mengoleksi koran sebanyak itu. Dia mengatakan ingin mengklipping artikel-artikel yang ia suka.
Kira-kira setahun kemudian saya berkunjung ke rumahnya kembali, saya melihat tumpukan korannya bertambah lagi menjadi beberapa baris. Saya bertanya bagaimana dengan artikel-artikel yang ia koleksi. Dia menjawab belum sempat.

Fenomena semacam ini banyak dijumpai. Mungkin anda merasa sayang membuang suatu barang, meskipun anda sendiri tahu bahwa barang tersebut sudah tidak berfungsi lagi bagi anda, dengan dalih siapa tahu barang ini suatu saat dapat digunakan kembali. Atau mungkin anda pernah membeli barang dari sebuah toko dan sampai saat ini anda belum pernah membukanya. Mungkin juga laci-laci anda penuh dengan barang-barang yang pecah, dan lemari pakaian yang penuh dengan baju kuno yang tidak pernah dipakai lagi.

Tidak ada alasan yang kuat sebetulnya mengumpulkan barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi, seperti : kadaluwarsa, pecah, tidak bagus lagi, jelek atau tidak dapat dibersihkan lagi.

Jika anda perhatikan kehidupan orang-orang sukses melalui biografi atau artikel-artikel tentang dirinya, mereka adalah orang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam memangkas barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi. Mereka mampu memisahkan barang yang penting dari barang yang tidak penting.

Kurangilah secara berkala barang-barang yang sudah tidak terpakai. Akan ada efek melegakan yang muncul dari memangkas barang-barang tersebut. Anda memiliki ruang yang lebih luas di rumah anda dan anda membuang perasaan sesak yang datang dari tumpukan barang yang memenuhi semua tempat. Tidak perlu anda memiliki rumah atau perabotan rumah tangga dengan gaya minimalis untuk mempunyai perasaan seperti itu. Cukup periksa laci lemari anda, lemari pakaian anda, di atas lemari, sudut-sudut rumah anda dan dibawah ranjang anda. :)

May 6, 2009   8 Comments

Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai

produktivitas kerja

Foto oleh Mark

Pasti ada satu alasan mengapa banyak orang sering berhenti menyelesaikan suatu proyek atau tugas mereka, entah itu tugas kecil atau besar, pada titik-titik tertentu. Mungkin mereka merasa tugasnya sangat menumpuk atau sangat sulit untuk dikerjakan sehingga mereka frustasi dan stress. Akhirnya mereka berhenti mengerjakannya atau setidaknya mereka berpikir untuk berhenti.

Saat mereka frustasi, otomatis akan tercipta suatu penghalang dalam diri mereka yang menyebabkan motivasi mereka untuk tetap melanjutkan pekerjaan terganggu. Antusiasme mereka yang tinggi saat mereka melakukan tugas tersebut pertama kali akan turun dengan sangat drastis dan kemungkinan mereka berhenti menyelesaikan tugas di tengah jalan sangatlah besar.

Apakah yang biasanya mereka sering lakukan di saat seperti itu?

Mereka akan berjalan dengan menyeret kakinya, membuat kopi dan ketika bertemu dengan seseorang yang ‘tepat’, mereka akan menghabiskan beberapa menit untuk melakukan pembicaraan satu arah, mengeluh tentang proyek atau tugas yang sedang mereka kerjakan. Mungkin secara tidak sadar anda pernah mengalaminya.

Ketika mereka telah selesai mengeluh, mereka segera kembali pada tugasnya dan berpikir dengan penuh keraguan dan kebencian, bagaimana mereka dapat menyelesaikan pekerjaan mereka tersebut.

Daripada anda jatuh pada keadaan yang lebih sulit lagi dan menambah frustasi anda, saya akan mencoba berbagi 5 cara bagaimana anda tetap produktif dan termotivasi untuk menyelesaikan apa yang telah anda mulai serta antusias terhadap apa yang anda kerjakan:

1. Pecahlah tugas anda menjadi beberapa bagian kecil.

Anda hanya perlu membagi tugas anda (break down) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar lebih terkendali. Sebagai contoh: anda memiliki target pribadi untuk membuka sebuah usaha. Jika yang terpikirkan oleh anda hanya membuka tempat usaha dengan segera, maka anda bisa-bisa frustasi di tengah jalan. Yang perlu anda lakukan adalah membagi tugas anda tersebut menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, seperti : survei lokasi, mencari supplier, mengurus perijinan, mencari pegawai, membeli perlengkapan usaha dan melakukan aktivitas promosi. Bukankah terlihat menjadi lebih mudah?

Dengan membagi tugas anda menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, akan membuat pekerjaan anda juga menjadi tidak membosankan. Ketika anda berhasil menyelesaikan satu tugas kecil, anda akan merasa terpuaskan dan gembira. Secara psikologi ini merupakan modal berharga untuk melangkah ke tugas kecil berikutnya.

Tetapi sebelum anda melanjutkan ke tugas berikutnya, ada baiknya anda memberikan penghargaan untuk diri anda sendiri, misalkan membeli secangkir kopi starbucks atau apapun yang bisa memanjakan anda untuk merayakan pencapaian yang telah anda lakukan.

Ketika perayaan tersebut berakhir, kembalilah pada pekerjaan anda dan mulai melakukan tugas kecil anda berikutnya. Saya yakin mood anda saat itu akan sangat berbeda. Anda akan lebih produktif dan lebih termotivasi dalam bekerja. Di satu sisi anda akan berusaha mencari lagi penghargaan-penghargaan berikutnya.

2. Manfaatkan efek bola salju.

Coba anda temukan bagian dari tugas anda yang yang paling menyenangkan dan mulailah dari sana. Anda akan dengan mudah dan cepat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mungkin anda pernah mendengar tips mengerjakan soal ujian : mulailah dari yang mudah terlebih dahulu, tinggalkan dulu yang soal-soal yang sulit. Jika anda hanya berkutat pada soal yang sulit, anda akan stress dan kehabisan waktu, sementara masih banyak soal yang belum dikerjakan. Prinsip ini pun sama digunakan dalam menyelesaikan tugas atau proyek anda.

Ketika anda selesai mengerjakan bagian dari tugas yang menyenangkan, secara tidak sadar anda telah selangkah lebih maju menuju penyelesaian tugas atau proyek anda. Hal ini tentu saja akan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anda untuk menyelesaikan tugas-tugas berikutnya yang lebih sulit. Ketika anda berhasil kembali menyelesaikan, rasa percaya diri anda semakin tinggi lagi. Inilah yang disebut efek bola salju.

3. Hindari mengerjakan banyak tugas sekaligus.

Beberapa orang memiliki sifat ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya. Sifat ini sebetulnya baik, namun yang kurang baik adalah jika hal itu dipraktekkan dengan melakukan banyak tugas secara serentak. Saya pun dulu suka melakukan kebiasaan yang kurang baik seperti ini. Akhirnya tidak ada pekerjaan yang terselesaikan, justru memakan waktu yang lebih lama. Rasa-rasanya superman pun tidak bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan sekaligus.

Fokuslah pada apa yang sudah ada di depan mata anda. Selesaikan tugas anda satu per satu. Saya jamin anda akan lebih produktif, tingkat motivasi anda akan terus meningkat (seperti telah saya sampaikan pada point 1 dan 2), serta anda akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat.

4. Beristirahat dan bersenang-senanglah

Ada satu saat dimana motivasi anda menurun dan anda merasa tidak bersemangat. Mungkin anda telah melalui hari-hari yang panjang dan melelahkan, atau tugas yang tersisa begitu beratnya untuk diselesaikan dan memakan waktu yang sangat banyak. Anda bukanlah robot, oleh karenanya saya sangat menyarankan anda untuk meninggalkan pekerjaan sementara waktu.

Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton bioskop, pergi ke restoran favorit, chatting, atau berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat anda.

Tujuannya disini adalah mengalihkan perhatian anda dari tugas-tugas anda serta mengurangi stress/frustasi yang anda rasakan. Jadi ketika anda melakukan hal-hal yang menyenangkan tersebut, jangan terpikirkan mengenai tugas-tugas yang belum terselesaikan. Betul-betul lupakan total! Ketika anda kembali pada tugas anda, saya yakin anda akan lebih santai, segar dan termotivasi untuk melanjutkan.

5. Beristirahatlah sejenak.

Beristirahat lagi? Ya, namun kali ini adalah istirahat sejenak. Setelah anda bekerja selama 40-45 menit, ambillah break ringan selama 3-5 menit. Disarankan anda sedikit menjauh dari area kerja anda.

Penelitian mengatakan bahwa setelah anda bekerja selama 40-45 menit, otak anda cenderung lelah atau melambat. Mungkin kondisinya tidak memungkinkan anda untuk menunda atau meninggalkan pekerjaan. Namun intinya adalah ketika anda merasa sangat lelah atau anda sudah tidak dapat fokus lagi, beristirahatlah sejenak. Lakukan peregangan, minum segelas air putih, atau berjalan-jalan mencari udara segar. Anda akan mendapatkan energi tambahan secara instan, sehingga anda akan termotivasi dan bersemangat untuk melanjutkan kembali pekerjaan anda.

Jadikanlah 5 hal ini menjadi bagian dalam hidup anda. Jika anda dapat melakukannya secara konsisten, saya rasa anda akan lebih produktif, lebih antusias, lebih termotivasi dan memiliki rasa kepuasan diri yang tinggi.

April 29, 2009   8 Comments

3 Cara Jitu Memupuk Ketabahan

ketabahan

Foto oleh laurielabar

Bagaimana seseorang dapat memupuk sifat ketabahan? Bagaimana orang tabah menghadapi segala kemungkinan, sementara orang lain mudah putus asa apabila mengalami masalah.

Berikut adalah 3 cara jitu yang sangat direkomendasikan untuk memupuk ketabahan :

1. Fokuslah Pada Hasil Akhir yang Sukses

Apabila anda jatuh tersungkur dan tak seorang pun dari kawan-kawan anda yang dapat dimintai tolong, siapa lagikah yang dapat membantu anda? Jawabannya adalah pikiran anda sendiri.

Ya, pikiranlah satu-satunya yang mampu membuat anda keluar dari lembah kekecewaan. Bukan sahabat, bukan orang tua, dan bukan juga pasangan anda. Mereka semua hanya memberi motivasi tetapi hanya pikiran anda saja yang dapat membantu anda di saat demikian. Jika pikiran tidak ‘melihat’ hasil akhir yang sukses, anda akan kehilangan semangat untuk terus berjuang (bayangan kesuksesan di masa depan akan memotivasi, jika tidak anda cenderung putus asa-kalah). Kebanyakan orang apabila gagal maka mereka akan putus asa, bukan saja dari segi materi tetapi juga dari segi kejiwaan. Disinilah bahayanya.

Kebanyakan orang membiarkan hasil yang diperoleh sekarang menghantui pikiran mereka. Misalkan keadaan anda sekarang ‘tidak bagus’. Jika menggunakan keadaan ‘tidak bagus’ sebagai landasan bagi pikiran, anda akan menghasilkan ‘kesadaran tidak bagus’ dalam pikiran. Jika ‘kesadaran tidak bagus’ senantiasa disalurkan dalam ke pikiran, ia akan berangsur-angsur meresap ke pikiran bawah sadar dan saat itulah anda terperangkap.

Itulah mengapa ada ungkapan, ”kendalikan pikiranmu, kamu dapat berbuat apa saja dengannya.”

2. Kelilingi Diri Anda dengan Hal-hal yang Positif

Memiliki hal-hal positif di sekililing anda akan sangat membantu anda memupuk ketabahan. Hal-hal positif dapat berupa :
- Berdoa
- Mendengarkan kaset motivasi
- Memasang gambar/poster positif
- Membaca buku-buku positif
- Mendekorasi kamar tidur anda dengan suasana positif
- Bergaul dengan orang-orang positif

3. Jauhkan dari Kekhawatiran yang Sebetulnya Tidak Ada

Katakanlah ketika usaha anda gagal. Anda telah kehilangan banyak uang dan berhutang sehingga tidak punya uang untuk membayarnya. Itu suatu masalah besar! Anda juga dirundung masalah lain yang memusingkan, misalnya : apa kata orang lain tentang anda, apa penafsiran mereka, apa kata tetangga, apa kata orang tua, dsb. Semua ini menjadi masalah, atau sekurang-kurangnya itulah yang anda pikirkan.

Jika kita mengkaji lebih dalam, umumnya masalah yang mengganggu sebenarnya tidak ada. Sebenarnya tidak ada yang memikirkan kita. Kebanyakan mereka hanya memikirkan diri sendiri. Kebanyakan orang tidak mempunyai waktu untuk memikirkan kita.

Satu kajian terbaru mengatakan : 93% dari masalah yang anda khawatirkan sebenarnya tidak ada. Hanya 7% saja yang terjadi. Dari masalah yang ada tersebut sebagian besar tidak bisa kita kendalikan, seperti krisis ekonomi, kestabilan politik dsb. Jadi untuk apa kita khawatir terhadap hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan?

***

Bagi anda yang baru pertama kali berkunjung dan ingin berlangganan artikel blog ini lewat email, anda bisa luangkan waktu 15 detik saja dengan meng-klik disini (100% SPAM Free dan anda bisa berhenti berlangganan kapanpun).

April 19, 2009   10 Comments